Kontrak Baru Gary Trent Jr Bernilai USD 64 Juta Diselidiki NBA, Milwaukee Bucks Terancam Sanksi
- NBA resmi memulai investigasi terhadap kontrak baru berdurasi empat tahun senilai USD 64 juta antara Gary Trent Jr dan Milwaukee Bucks.
- Kenaikan nilai kontrak yang sangat drastis memicu kecurigaan adanya praktik manipulasi pembatasan gaji (salary circumvention) oleh manajemen klub.
- Investigasi ini menjadi kasus aktif kedua yang sedang ditangani NBA setelah penyelidikan kontrak Kawhi Leonard dengan Los Angeles Clippers.
Asosiasi Bola Basket Nasional Amerika Serikat (NBA) dilaporkan tengah melakukan investigasi mendalam terhadap tim Milwaukee Bucks terkait kesepakatan kontrak baru dengan garda veteran mereka, Gary Trent Jr. Penyelidikan ini dipicu oleh kecurigaan publik dan pengamat basket setelah Bucks resmi memperpanjang masa bakti sang pemain dengan nilai kontrak fantastis mencapai USD 64 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk durasi empat tahun. Lonjakan nilai kontrak yang dinilai tidak wajar ini memicu spekulasi adanya pelanggaran aturan pembatasan gaji liga.
Kecurigaan bermula ketika Gary Trent Jr memutuskan bertahan di Milwaukee dengan nilai rata-rata kontrak mencapai USD 16 juta per tahun, angka yang sangat kontras jika dibandingkan dengan performanya musim lalu. Pada musim 2024, Trent Jr bergabung dengan Bucks lewat kontrak minimum senilai USD 2,6 juta, lalu menandatangani kesepakatan dua tahun senilai USD 7,5 juta pada tahun berikutnya sebelum akhirnya mengambil opsi keluar demi status bebas transfer. Penurunan statistik penampilannya yang hanya mencatatkan rata-rata 8,1 poin dan 1,2 assist per gim pada musim 2025-2026 membuat kesepakatan baru ini dianggap terlalu berlebihan oleh banyak pihak.
Beberapa pihak berspekulasi bahwa manajemen Milwaukee Bucks telah melakukan negosiasi di bawah meja atau "salary circumvention" dengan menjanjikan bayaran lebih besar di masa depan agar sang pemain bersedia digaji murah pada musim-musim sebelumnya. "Trent sebenarnya menarik minat dari beberapa tim lain, bahkan sempat menjajaki skema pertukaran pemain sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Milwaukee," demikian laporan dari media olahraga ternama ESPN. Spekulasi liar ini akhirnya mendorong otoritas liga untuk segera turun tangan memeriksa keabsahan kontrak tersebut demi menjaga keadilan kompetisi.
Langkah tegas dari pihak liga dikonfirmasi langsung oleh jurnalis insider NBA terkemuka, Shams Charania, yang menyatakan bahwa juru bicara NBA membenarkan adanya penyelidikan aktif terhadap kesepakatan kontrak baru sang pemain. "Kami sedang meneliti secara saksama rincian dokumen dan proses kesepakatan antara kedua belah pihak," ujar perwakilan liga seperti dikutip dari laporan ESPN. Jika terbukti bersalah melakukan manipulasi ruang gaji, Milwaukee Bucks terancam menghadapi sanksi berat berupa denda finansial yang besar hingga kehilangan hak memilih pemain di ajang draf NBA mendatang.
Kasus yang menjerat klub asal Wisconsin tersebut kini menambah panjang daftar penyelidikan kontrak bermasalah yang sedang ditangani oleh otoritas NBA sepanjang tahun ini. Sebelumnya, situasi kontrak bintang Los Angeles Clippers, Kawhi Leonard, juga masih dalam proses investigasi serupa karena dugaan pelanggaran regulasi finansial liga yang ketat. Hingga saat ini, pihak Milwaukee Bucks dan perwakilan Gary Trent Jr belum memberikan pernyataan resmi atau pembelaan terkait proses investigasi yang sedang berjalan.