Brilijansi Rodri Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Bungkam Dominasi Megabintang
- Tim nasional Spanyol berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Argentina di partai final.
- Gelandang bertahan Spanyol, Rodri, dianugerahi penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen berkat performa kontrolnya yang luar biasa.
- Rodri kini menyamai rekor langka Lionel Messi dengan mengawinkan gelar Piala Dunia, Liga Champions, Euro/Copa America, Ballon dOr, dan Golden Ball.
Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara sukses menyedot perhatian rekor penonton lewat aksi memukau para megabintang lapangan hijau. Penyerang Prancis, Kylian Mbappe, sukses memenangi perburuan Sepatu Emas yang sengit setelah bersaing ketat dengan nama besar seperti Lionel Messi, Jude Bellingham, dan Erling Haaland. Namun, di tengah gemerlap panggung yang didominasi oleh para pemburu sorotan dan pengumpul jutaan pengikut Instagram, tim nasional Spanyol justru keluar sebagai juara dengan cara yang sangat kontras.
La Roja merengkuh trofi bergengsi ini kolektivitas tim yang luar biasa solid di bawah arahan pelatih Luis de la Fuente. Sepanjang turnamen, Spanyol tercatat hanya mencetak 14 gol, jumlah yang hanya terpaut empat gol dari pencapaian individu Mbappe seorang diri. Kendati demikian, lini pertahanan Spanyol tampil sangat kokoh dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, catatan paling sedikit bagi seorang juara dalam sejarah Piala Dunia.
Kesuksesan Spanyol memenangi ajang prestisius ini tidak lepas dari peran krusial sang jenderal lapangan tengah, Rodri. Pemain Manchester City tersebut dianugerahi penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026 setelah tampil dominan di laga final melawan Argentina. Lewat pencapaian ini, Rodri resmi menyamai rekor langka Lionel Messi sebagai pemain yang mampu mengawinkan gelar juara Piala Dunia, Liga Champions, trofi kontinental, Ballon dOr, serta Golden Ball.
Gaya bermain Spanyol yang mengutamakan penguasaan bola sempat dikritik membosankan oleh sebagian suporter yang lebih menyukai drama hujan gol. Namun, layaknya ular boa yang melilit perlahan, Spanyol secara metodis mematikan aliran permainan Prancis di semifinal dan Argentina di partai puncak karena kehadiran Rodri yang mendikte ritme permainan. Rekan setimnya, Marc Cucurella, mengakui peran vital sang gelandang yang menjadi penentu kapan tim harus menekan atau melancarkan serangan cepat.
"Bagi kami dia sangat penting. Terkadang ini bukan soal mencetak gol atau memberikan assist, dia mengendalikan segalanya," ujar Marc Cucurella saat diwawancarai setelah laga final melawan Argentina. Bek kiri itu menambahkan bahwa Rodri merupakan sosok pemain menenangkan yang tidak pernah kehilangan bola meski dalam situasi tekanan tinggi, sehingga ia sangat layak mendapatkan penghargaan pemain terbaik tersebut.
Statistik mencatat performa impresif Rodri dalam laga final yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu tersebut. Pemain berusia 30 tahun itu melakukan 116 sentuhan, melepaskan 101 umpan akurat dari 106 percobaan, serta memenangi delapan dari 10 duel darat tanpa sekalipun kehilangan bola dari penguasaan lawan. Penampilan klinis ini menjadi bukti bahwa meski tidak sepopuler Mbappe atau Haaland di media sosial, efektivitas Rodri di lapangan tengah tetap tidak tertandingi.