Dunia Sorot Kemenangan Dramatis Argentina Atas Inggris, Spanyol Tatap Partai Finalissima
- Argentina berhasil melaju ke final Piala Dunia secara berturut-turut setelah menumbangkan Inggris secara dramatis dengan skor 2-1.
- Media Inggris seperti The Guardian dan BBC mengekspresikan kekecewaan mendalam dengan tajuk patah hati pasca-kekalahan menyakitkan tersebut.
- Spanyol selaku calon lawan di partai final langsung menyambut laga ini sebagai duel Finalissima yang sempat tertunda sebelumnya.
Tim nasional Argentina secara dramatis berhasil membalikkan kedudukan secara epik saat menghadapi Inggris di babak semifinal. Albiceleste mengunci kemenangan tipis 2-1 di menit-menit akhir pertandingan dan berhak melaju ke babak final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Keberhasilan tim asuhan Lionel Scaloni ini langsung menjadi sorotan utama berbagai media olahraga internasional dengan sudut pandang yang beragam.
Kekecewaan mendalam merundung kubu Inggris yang sebenarnya hampir mengakhiri kutukan panjang mereka. Sebelum gol penentu dari Enzo Fernandez tercipta pada menit ke-86, skuad Tiga Singa sudah sangat dekat untuk mencicipi partai final dunia pertama mereka setelah 60 tahun lamanya sejak edisi 1966. Kekalahan menyakitkan ini membuat media-media besar Inggris terpukul karena hilangnya kesempatan emas di depan mata.
Media ternama Inggris seperti The Guardian dan BBC kompak menggunakan tajuk "patah hati" untuk menggambarkan perasaan para pemain, staf pelatih, serta suporter. Di sisi lain, The Sun memilih sudut pandang yang lebih provokatif dengan menyoroti tindakan para pemain Argentina. Mereka mengkritik selebrasi tim tango yang membentangkan bendera bertuliskan klaim atas kepulauan Malvinas selepas pertandingan berakhir.
Sementara itu di Spanyol, atmosfer menjelang laga puncak yang akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, sudah mulai memanas. Media terkemuka seperti Marca dan Mundo Deportivo langsung mengaitkan duel ini dengan tajuk "Finalissima". Pasalnya, laga Finalissima yang seharusnya digelar pada Maret lalu terpaksa batal akibat konflik bersenjata di Timur Tengah serta ketidaksepakatan mengenai lokasi pertandingan alternatif.
Di tempat terpisah, media Sport memberikan pujian setinggi langit kepada kapten Argentina dengan tajuk "Ia abadi! Messi membawa Argentina ke final menghadapi Spanyol". Mundo Deportivo juga menambahkan laporan khusus mengenai "asisten Tuhan" yang merujuk pada umpan matang Lionel Messi kepada Lautaro Martinez. Umpan tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus mengingatkan publik pada momen legendaris "Tangan Tuhan" milik Diego Maradona pada edisi 1986 silam.