Inggris Hadapi Argentina, Tuchel Hadapi Keraguan Akibat Gaya Melatih yang Keras
- Thomas Tuchel berhasil membawa tim nasional Inggris melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1.
- Friksi terbuka sempat terjadi antara Tuchel dan gelandang bintang Jude Bellingham setelah sang pelatih mengkritik performa tim yang dinilai kurang maksimal.
- Inggris dijadwalkan menantang Argentina di babak semifinal dalam upaya mengakhiri dahaga gelar juara dunia yang telah berlangsung selama 60 tahun.
Thomas Tuchel kembali menjadi pusat perhatian seiring keberhasilannya membawa tim nasional Inggris melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Meskipun berhasil mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 berkat dua gol dari Jude Bellingham, atmosfer di dalam skuad Three Lions dilaporkan memanas akibat gaya kepemimpinan sang pelatih yang dikenal sangat keras dan menuntut standar tinggi.
Perselisihan ini mulai tercium ke publik setelah pertandingan perempat final melawan Norwegia usai. Tuchel secara terbuka melontarkan kritik dengan menyebut anak asuhnya bermain cukup buruk dalam laga tersebut. Pernyataan dingin pelatih asal Jerman itu langsung direspons dengan nada tinggi oleh Jude Bellingham yang merasa tidak dihargai setelah berjuang keras di lapangan hijau.
"Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti ini melawan pemain-pemain hebat seperti Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sorloth," cetus gelandang andalan Real Madrid tersebut kepada media. Ketegangan yang diekspos secara terbuka ini memicu kekhawatiran mengenai keharmonisan ruang ganti Inggris di tengah turnamen krusial.
Gaya manajemen tangan besi Tuchel memang bukan hal baru dalam karier kepelatihannya karena ia kerap terlibat konflik dengan pemain bintang dan manajemen klub terdahulu. Publik tentu masih mengingat hubungan pasang surutnya dengan Neymar dan Kylian Mbappe di Paris Saint-Germain, pemecatannya dari Borussia Dortmund setelah berselisih dengan Michael Zorc, hingga didepaknya ia dari Chelsea oleh Todd Boehly akibat perbedaan pandangan transfer.
Kendati memiliki reputasi sebagai sosok yang keras kepala, rekam jejak prestasi Tuchel di atas lapangan hijau tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, ia dituntut membuktikan kapasitasnya saat memimpin Inggris menghadapi Argentina dalam laga semifinal yang diprediksi berjalan sangat sengit. Publik Inggris berharap Tuchel mampu meredam ego personalnya demi membawa pulang trofi Piala Dunia yang terakhir kali mereka raih pada tahun 1966 silam.