Devins Bookie Devins Bookie
  • Internasional
  • Balap
  • Liga Inggris
  • Liga Jerman
  • Basket
  • Liga Indonesia
  • Liga Spanyol
  • Liga Prancis
  • Baseball
  • Bulutangkis
  • Inggris
  • Argentina
  • Lionel Messi
  • Prancis
  • Spanyol
  • Atlanta
  • Thomas Tuchel
  • Piala Dunia 2026
  • Lionel Scaloni
  • Lautaro Martinez
Kategori
Internasional Balap Liga Inggris Liga Jerman Basket Liga Indonesia Liga Spanyol Liga Prancis Baseball Bulutangkis
Tag
Inggris Argentina Lionel Messi Prancis Spanyol Atlanta Thomas Tuchel Piala Dunia 2026 Lionel Scaloni Lautaro Martinez

Tensi Panas Piala Dunia, Wakil Presiden Argentina Sebut Inggris Bajak Laut Pengambil Alih

Tim Redaksi • 16 Juli 2026, 18:07 • Internasional
  • Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel memicu kontroversi politik dengan menyebut Inggris sebagai "bajak laut pengambil alih" menjelang semifinal Piala Dunia 2026.
  • Pernyataan emosional tersebut mengungkit konflik historis Kepulauan Falkland serta warisan sepak bola Diego Maradona dan Lionel Messi.
  • Pelatih Argentina Lionel Scaloni langsung meredam situasi dengan menegaskan bahwa laga ini murni pertandingan sepak bola tanpa perlu dicampur isu politik.

Atmosfer pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris mendadak memanas di luar lapangan hijau. Wakil Presiden Argentina, Victoria Villarruel, secara terbuka melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut orang-orang Inggris sebagai "bajak laut pengambil alih". Ketegangan ini mencuat hanya beberapa jam sebelum kedua negara sekutu sekaligus rival klasik tersebut berduel di babak empat besar.

Melalui sebuah unggahan di akun media sosial X pribadinya, Villarruel menegaskan bahwa pertandingan ini membawa beban sejarah yang jauh lebih besar dari sekadar kompetisi olahraga biasa. "Kita bermain melawan bajak laut pengambil alih. Ini bukan sekadar pertandingan biasa," tulis Villarruel. Hubungan diplomatik kedua negara memang kerap diwarnai ketegangan akibat sengketa kedaulatan atas Kepulauan Falkland, atau yang dikenal masyarakat Argentina sebagai Kepulauan Malvinas.

Villarruel secara blak-blakan menolak untuk bersikap netral atau menahan diri dalam mengekspresikan sentimen nasionalismenya terhadap Inggris. "Saya tidak akan bersikap sopan secara politik atau menjaga kepala tetap dingin, ini selalu menjadi sesuatu yang lebih ketika melawan Inggris," lanjutnya. Ia juga menambahkan bahwa laga ini didedikasikan untuk perjuangan Malvinas, mengenang sang legenda Diego Maradona, serta panggung terakhir bagi Lionel Messi untuk menghentikan sang penjajah.

Sentimen mendalam Villarruel ini tidak lepas dari latar belakang keluarganya, mengingat sang ayah merupakan veteran yang bertempur langsung dalam Perang Falkland pada tahun 1982 silam. Konflik berdarah selama 74 hari antara kediktatoran militer Argentina dan Inggris tersebut berakhir dengan kemenangan Inggris, serta menewaskan 649 tentara Argentina dan 255 tentara Inggris. Kendati demikian, klaim kedaulatan atas kepulauan di Samudra Atlantik Selatan itu masih terus diperjuangkan oleh pihak Buenos Aires hingga saat ini.

Sikap emosional sang Wakil Presiden berbanding terbalik dengan ketenangan di ruang ganti tim nasional Argentina sendiri. Pelatih kepala Albiceleste, Lionel Scaloni, bersama sejumlah anak asuhnya justru berusaha meredam dan mengecilkan signifikansi politik maupun sejarah dari pertandingan tersebut. "Ini adalah pertandingan sepak bola, murni dan sederhana. Jadi, mencampuradukkan keduanya (politik dan sepak bola) adalah sebuah kegilaan," tegas Scaloni dalam sesi konferensi pers.

Guna mengantisipasi gesekan yang lebih luas di tribun penonton, otoritas keamanan juga telah mengambil langkah tegas menjelang laga krusial di Atlanta tersebut. Menteri Keamanan Argentina, Alejandra Monteoliva, mengumumkan bahwa dalam rencana pengamanan semifinal, para suporter dilarang keras membawa bendera atau atribut apa pun yang merujuk pada Kepulauan Falkland ke dalam stadion. Langkah preventif ini diambil demi menjaga kondusivitas jalannya pesta sepak bola terakbar di dunia tersebut.

Tags: Victoria Villarruel Lionel Scaloni Atlanta Argentina Inggris
Sumber: aljazeera.com

Artikel Lainnya

Inggris Hadapi Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026, Laga Penuh Gengsi dan Sejarah 15 Jul 2026, 20:08
Kunci Taktik Argentina Bungkam Inggris, Scaloni Ubah Papan Strategi demi Tiket Final 16 Jul 2026, 06:06
Tensi Tinggi Inggris vs Argentina, Jude Bellingham Ungkap Detail Adu Mulut dengan Lionel Messi 16 Jul 2026, 18:21
Semifinal Piala Dunia 2026, Memori 40 Tahun Rivalitas Sengit Argentina dan Inggris 15 Jul 2026, 20:05

Terbaru

Panduan Menonton Open Championship 2026, Scottie Scheffler Siap Pertahankan Gelar 16 Jul 2026, 18:45
Dilema Gaji MLB, Mengapa Sistem Salary Cap Sebenarnya Menguntungkan Pemain 16 Jul 2026, 18:33
Langkah Cepat RC Lens Bangun Skuad Liga Champions di Bawah Dino Toppmöller 16 Jul 2026, 18:32
Bursa Transfer, Theo Zidane Resmi Perpanjang Kontrak dengan Cordoba 16 Jul 2026, 18:32
Iman Shumpert Beri Peringatan Keras kepada LeBron James Terkait Rumor Kembali ke Cleveland Cavaliers 16 Jul 2026, 18:31
Kisah Nika Nikulshina, Aktivis Pussy Riot yang Menyusup di Final Piala Dunia dan Menantang Putin 16 Jul 2026, 18:30
Klub Portugal Boavista Terancam Bubar akibat Utang dan Krisis Keuangan 16 Jul 2026, 18:30

Kategori

Internasional 89 artikel
Balap 20 artikel
Liga Inggris 16 artikel
Liga Jerman 8 artikel
Basket 6 artikel
Liga Indonesia 4 artikel
Liga Spanyol 4 artikel
Liga Prancis 3 artikel
Baseball 2 artikel
Bulutangkis 2 artikel

Tag Populer

Inggris Argentina Lionel Messi Prancis Spanyol Atlanta Thomas Tuchel Piala Dunia 2026 Lionel Scaloni Lautaro Martinez
Devins Bookie • Pusat Literasi dan Informasi Olahraga Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Devins Bookie. All rights reserved.