Bursa Transfer Lambat, Manchester United Terancam Tertinggal di WSL
- Manchester United Women menghadapi risiko besar tertinggal dari jajaran klub elite Women's Super League (WSL) menyusul pergerakan mereka yang dinilai lambat di bursa transfer.
- Klub rival seperti Manchester City, Arsenal, dan Chelsea bergerak agresif merekrut pemain bintang, sementara United baru mengamankan satu rekrutan baru.
- Situasi makin pelik karena sejumlah pemain kunci Setan Merah seperti Elisabeth Terland dan Ella Toone berpotensi hengkang akibat ketidakpastian kontrak.
Manchester United Women kini tengah menghadapi situasi pelik yang mengancam eksistensi mereka di jajaran papan atas kompetisi tertinggi sepak bola wanita Inggris. Di saat klub-klub rival bergerak agresif mengamankan tanda tangan pemain kelas dunia di bursa transfer musim panas, pergerakan Setan Merah justru dinilai sangat lambat. Jika manajemen tidak segera berbenah, posisi mereka tidak hanya akan semakin tertinggal dari tim elite, melainkan juga berisiko terlempar ke papan tengah oleh tim-tim yang terus berkembang pesat.
Sebagai perbandingan nyata, klub besar lain di WSL seperti Manchester City dan Arsenal langsung tancap gas demi memperkuat kedalaman skuad mereka. Manchester City sukses mengamankan servis Beth Mead dan Niamh Charles, sementara Arsenal secara luar biasa mengumumkan lima pemain baru sekaligus termasuk Georgia Stanway dan Ona Batlle dalam kurun waktu dua pekan. Langkah masif ini menunjukkan ambisi besar para rival untuk meraih takhta juara, sesuatu yang belum terlihat dari geliat aktivitas transfer di kubu United.
Sejauh ini, tim asuhan Marc Skinner tersebut baru berhasil mendaratkan satu pemain baru saja ke Stadion Leigh Sports, yakni bek muda bertalenta Andrea Medina dari Spanyol. Pemain berusia 22 tahun ini memang diproyeksikan untuk menambah opsi di lini belakang, namun satu rekrutan tentu tidak akan cukup mengingat United harus bersaing di banyak kompetisi. Kurangnya kedalaman skuad ini menjadi pekerjaan rumah mendasar yang gagal diselesaikan oleh manajemen klub sejak jendela transfer musim lalu bergulir.
Tekanan bagi Manchester United kian memuncak karena mereka kini juga harus waspada terhadap ancaman tim-tim papan tengah seperti London City Lionesses dan Tottenham Hotspur yang kian berambisi. London City Lionesses bahkan membuat kejutan terbesar musim panas ini dengan sukses mendatangkan peraih dua gelar Ballon d'Or, Alexia Putellas, ke tanah Inggris. Menanggapi situasi sulit yang dihadapi timnya dalam persaingan finansial ini, pelatih kepala Marc Skinner sempat angkat bicara mengenai realitas yang dihadapi klub.
"Realitasnya adalah kami harus mencoba dan menemukan cara kami sendiri untuk melakukannya," ujar Marc Skinner yang mengakui bahwa timnya kesulitan bersaing dengan nilai transfer fantastis para rival. Selain kesulitan mendatangkan pemain bintang baru, United kini juga dipusingkan oleh ketidakpastian masa depan bintang mereka, Ella Toone, yang kontraknya akan habis tahun depan. Gelandang Timnas Inggris tersebut secara terbuka menyatakan bahwa dirinya kini harus mulai berpikir realistis untuk mengambil keputusan terbaik bagi kelanjutan karier sepak bolanya.