Veda Ega Pratama Bereaksi Realistis di Tengah Persaingan Gelar Rookie Terbaik Moto3 2026
- Veda Ega Pratama menunjukkan reaksi realistis saat membahas peluangnya menyabet gelar Rookie of the Year Moto3 2026.
- Pembalap asal Gunungkidul ini menempati posisi kedua klasemen rookie dengan 90 poin setelah finis kedelapan di GP Jerman.
- Persaingan memanas karena dua rival utamanya, Brian Uriarte dan Hakim Danish, tampil sangat kompetitif sepanjang paruh musim pertama.
Pembalap muda harapan Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan reaksi yang berbeda dan lebih tenang saat disinggung mengenai peluangnya merengkuh gelar bergengsi Rookie of the Year pada ajang Moto3 2026. Di tengah ketatnya persaingan paruh musim, Veda memilih untuk tetap membumi. Sikap ini muncul setelah melihat perkembangan para rival terdekatnya yang mulai menunjukkan performa luar biasa dan bahkan sudah berhasil memenangi balapan.
Sebagai debutan di kelas ringan kejuaraan dunia balap motor musim ini, penampilan Veda bersama Honda Team Asia sejatinya tergolong sangat kompetitif. Dari total 11 seri balapan yang telah ia lalui, rider asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut berhasil menjaga konsistensi performanya. Veda bahkan sudah mengemas dua podium bersejarah yang ia raih saat mengaspal di GP Brasil dan GP Prancis.
Hasil positif kembali dipetik Veda pada balapan GP Jerman akhir pekan lalu, di mana ia sukses menyentuh garis finis di posisi kedelapan. Tambahan poin penting dari Sirkuit Sachsenring tersebut membawa Veda naik satu setrip ke peringkat kedua dalam klasemen khusus rookie Moto3 2026. Hingga jeda paruh musim ini, pembalap didikan Astra Honda Racing School tersebut telah mengumpulkan total 90 poin.
Kendati berada di posisi yang cukup menguntungkan, Veda kini menempel ketat Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo yang memimpin klasemen dengan koleksi 127 poin. Uriarte yang merupakan anak didik dari mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora, masih menjadi batu sandungan terbesar. Selain pembalap asal Spanyol itu, rivalitas sengit juga datang dari rider andalan Malaysia, Hakim Danish, yang memperkuat MT Helmets-MSI.
Melihat peta kekuatan lawan yang dinamis termasuk ancaman dari nama-nama lain seperti Zen Mitani dan Casey O'Gorman, Veda enggan terbebani oleh target juara. Ia memilih fokus meningkatkan adaptasi dengan motornya di sisa musim ini. "Saya ingin fokus dari balapan ke balapan saja dan terus belajar mengejar ketertinggalan," ujar Veda saat memberikan pernyataan mengenai target realistisnya pada paruh kedua kompetisi nanti.