Pujian lawas Luis Enrique terhadap gelandang nomor 8 Maroko, Azzedine Ounahi, kini terbukti kebenarannya di panggung sepak bola tertinggi. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, performa memukau sang pemain sukses membawa Tim Nasional Maroko melangkah mantap ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan salah satu tim tuan rumah, Kanada.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Nostalgia ini membawa ingatan publik pada Piala Dunia 2022 lalu, saat Luis Enrique yang kala itu menakhodai Spanyol mengaku sangat terkejut dengan bakat sang gelandang setelah disingkirkan Maroko. "Me ha sorprendido gratamente el número 8. Madre mía de dónde sale ese muchacho. Juega muy bien," ujar Enrique kala itu. Kini, tiga setengah tahun berselang, pemain yang sempat memikat hati juru taktik berpengalaman tersebut bertransformasi menjadi tulang punggung utama negaranya.
Menurut catatan jalannya pertandingan, Azzedine Ounahi menunjukkan kelasnya dengan memborong dua gol kemenangan ke gawang Kanada melalui proses yang sangat klinis. Gol pertamanya lahir dari skema tendangan bebas apik Achraf Hakimi yang menyodorkan umpan mendatar ke depan kotak penalti, sebelum disambar dengan sepakan melengkung Ounahi ke pojok gawang. Dari pantauan redaksi, gol keduanya tercipta lewat serangan balik cepat yang diinisiasi oleh Brahim Diaz, di mana Ounahi dengan tenang menceploskan bola ke sudut atas gawang.
Kemenangan skuad asuhan Ouahbi ini sekaligus menegaskan bahwa status Singa Atlas bukan lagi sekadar tim kejutan, melainkan kekuatan riil sepak bola modern. Setelah berhasil menembus semifinal di Qatar, performa konsisten di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini membuka peluang besar bagi mereka untuk melakoni laga balas dendam yang sengit melawan Prancis di fase berikutnya.
Keberhasilan timnas Maroko ini terbilang luar biasa mengingat mereka harus kehilangan pemain terbaiknya, Ismael Saibari, yang mengalami cedera di awal laga. Berdasarkan analisis pertandingan, kematangan mental bermain menjadi kunci utama skuad Afrika ini untuk bangkit dan memberikan pukulan telak di babak kedua setelah sempat tertekan pada paruh pertama pertandingan.
Di sisi lain, peranan Brahim Diaz sebagai motor serangan Maroko juga tidak boleh dikesampingkan dalam laga krusial ini. Pemain Real Madrid tersebut sukses menyumbang assist untuk gol kedua dan ketiga, yang menempatkannya sebagai salah satu pencetak assist terbanyak turnamen di bawah Michael Olise. Kombinasi maut antara Brahim Diaz dan ketajaman Azzedine Ounahi kini menjadikan Maroko sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi juara.