Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rodri Kritik Wasit yang Biarkan Lamine Yamal Dilanggar
- Timnas Spanyol sukses melangkah ke babak final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0.
- Gelandang Spanyol, Rodri, mengkritik keras kepemimpinan wasit Ivan Barton yang dinilai terlalu membiarkan pelanggaran terhadap Lamine Yamal.
- Lamine Yamal menjadi aktor penting di balik penalti pembuka Spanyol yang dieksekusi dengan sempurna oleh Mikel Oyarzabal.
Tim nasional Spanyol berhasil mengamankan tiket ke babak final Piala Dunia 2026 setelah memetik kemenangan meyakinkan 2-0 atas Prancis di babak semifinal. Bertanding di Dallas, Amerika Serikat, skuad asuhan Luis de la Fuente tampil dominan dan mampu meredam agresivitas Les Bleus sepanjang laga. Namun, kemenangan gemilang La Furia Roja ini diwarnai oleh kritik tajam dari sang jenderal lapangan tengah, Rodri, terkait kinerja pengadil lapangan.
Rodri menyoroti kepemimpinan wasit asal El Salvador, Ivan Barton, yang dianggap terlalu permisif terhadap pelanggaran keras para pemain Prancis kepada Lamine Yamal. Menurut bintang Manchester City tersebut, perlakuan kasar yang diterima oleh Yamal bukan pertama kalinya terjadi sepanjang turnamen akbar ini. Dia menilai korps baju hitam seolah menutup mata terhadap strategi bertahan lawan yang sengaja menghentikan Yamal dengan cara ilegal.
"Kami telah menghadapi situasi seperti ini selama tiga pertandingan berturut-turut. Kita berbicara tentang 10 atau 15 pelanggaran yang tidak ditiup peluit oleh wasit. Jika kami tidak memprotesnya, lini pertahanan lawan akan terus melakukan hal yang sama, pembiaran ini sangat nyata," ujar Rodri berang seperti dilansir dari RMC Sport. Kendati terus ditekan, Rodri tetap memuji ketangguhan mental wonderkid berusia 19 tahun tersebut yang tetap tampil luar biasa.
Kritik utama terhadap performa Ivan Barton dalam laga krusial ini memang bukan pada keputusan yang diambilnya, melainkan pada banyaknya pelanggaran kasat mata yang dilewatkan. Salah satu momen paling kontroversial adalah saat bek Prancis, Lucas Digne, melakukan pelanggaran keras terhadap Yamal di dalam kotak terlarang. Beruntung bagi Spanyol, pelanggaran tersebut akhirnya berbuah penalti yang sukses dikonversi menjadi gol pembuka oleh Mikel Oyarzabal.
Meskipun tidak mencatatkan namanya di papan skor ataupun memberikan asis langsung, kontribusi Lamine Yamal di Texas malam itu sangat krusial bagi kemenangan Spanyol. Dengan hasil ini, Spanyol kini tinggal menunggu pemenang antara Argentina dan Inggris untuk dihadapi di partai puncak kompeisi tertinggi sepak bola dunia tersebut. Pelatih Luis de la Fuente bahkan tanpa ragu menyebut anak asuhnya sebagai tim terbaik di dunia saat ini pasca-laga.