Rebutan Kerim Alajbegovic, Atalanta Temui Jalan Buntu dan Dikepung Raksasa Liga Italia
- Transfer Kerim Alajbegovic dari Bayer Leverkusen ke Atalanta kini dinilai sangat mustahil terwujud dalam waktu dekat.
- Bayer Leverkusen mematok harga minimal 30 juta euro yang dianggap terlalu mahal untuk standar finansial klub-klub Liga Italia.
- AC Milan dan Napoli ikut memburu Alajbegovic, sementara Leverkusen enggan menurunkan harga karena sang pemain diproyeksikan sebagai penerus Florian Wirtz.
Upaya Atalanta untuk mendatangkan talenta muda berbakat milik Bayer Leverkusen, Kerim Alajbegovic, tampaknya menemui jalan buntu. Meski sebelumnya kesepakatan antara kedua klub dilaporkan sudah sangat dekat, skenario kepindahan tersebut kini dinilai sangat tidak mungkin terjadi. Raksasa Jerman tersebut enggan melepas aset berharganya dengan harga murah pada bursa transfer kali ini.
Kendala finansial menjadi batu sandungan utama yang mengganjal proses negosiasi di antara kedua belah pihak. Menurut laporan dari media Jerman, Kicker, hampir tidak ada klub Liga Italia yang bersedia atau mampu membayar biaya transfer setinggi yang dipatok Leverkusen. Klub-klub Serie A harus berpikir dua kali karena nilai pasar sang pemain melonjak berkat ketertarikan dari sejumlah tim kaya Liga Inggris.
Bagi sebagian besar klub papan atas Italia, angka jaminan sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp 511 miliar dinilai terlampau tinggi untuk pemain seusianya. Situasi semakin rumit bagi La Dea karena mereka bukan satu-satunya peminat dari tanah Italia. Napoli dan AC Milan dikabarkan juga sedang aktif bergerak untuk mendekati Alajbegovic, sehingga Leverkusen tidak memiliki alasan kuat untuk menurunkan harga jual mereka.
Di sisi lain, rencana penjualan gelandang berusia 18 tahun ini menjadi isu yang sangat sensitif di internal Leverkusen, baik dari aspek olahraga maupun emosional. Banyak pendukung setia klub berjuluk Die Werkself itu yang melihat Alajbegovic sebagai suksesor alami dari bintang mereka, Florian Wirtz. Oleh karena itu, jika manajemen melepas sang pemain di bawah angka 30 juta euro, hal tersebut akan dianggap sebagai langkah mundur oleh para suporter.
Melalui keberadaan Alajbegovic, Leverkusen memiliki kesempatan emas untuk memperkuat reputasi mereka sebagai produsen pemain kelas dunia. Klub ini sebelumnya sukses mengorbitkan nama-nama besar seperti Florian Wirtz hingga Kai Havertz ke panggung sepak bola internasional. Keberhasilan mempertahankan atau menjual Alajbegovic dengan nilai tinggi akan menjadi bukti sahih suksesnya sistem pembinaan usia muda mereka sekaligus menjadi panutan bagi talenta baru di masa depan.