Target Finis Peringkat 5 Konstruktor, Pierre Gasly Waspadai Ancaman Racing Bulls
- Pembalap Alpine Pierre Gasly menegaskan target realistis timnya adalah mengunci posisi kelima dalam Kejuaraan Dunia Konstruktor F1 musim ini.
- Alpine saat ini mengoleksi 57 poin dan unggul 13 angka dari rival terdekat mereka, Racing Bulls, yang terus menunjukkan performa impresif.
- Jelang GP Inggris di Silverstone, Gasly mewaspadai kebangkitan Racing Bulls setelah duet Liam Lawson dan Arvid Lindblad berhasil meraih poin di Austria.
Pembalap asal Prancis Pierre Gasly menegaskan komitmennya untuk membawa tim Alpine finis di peringkat kelima dalam klasemen akhir Kejuaraan Dunia Konstruktor Formula 1 musim ini. Kendati demikian, pembalap berusia 30 tahun tersebut mengaku sangat mewaspadai ancaman dari tim rival, Racing Bulls, yang terus membayangi posisi mereka dengan ketat. Kompetisi di papan tengah kini dinilai semakin sengit menjelang paruh kedua musim berjalan.
Performa Gasly sendiri terbilang melonjak tajam dibandingkan musim lalu ketika ia hanya mampu menyudahi kompetisi di peringkat ke-18 dengan raihan 22 poin. Musim ini, pembalap kelahiran Normandia itu sudah bertengger di peringkat kesembilan klasemen pembalap dengan mengantongi 41 poin. Kontribusi positif juga diberikan rekan setimnya yang baru, Franco Colapinto asal Argentina, yang sukses mengemas 16 poin dari delapan seri balapan perdana setelah gagal meraih satu poin pun pada musim 2025.
Secara akumulatif, Alpine kini bertengger di peringkat kelima klasemen konstruktor dengan raihan total 57 poin, terpaut 245 poin dari sang pemuncak klasemen, Mercedes. Tim yang memiliki basis operasional di Enstone, Inggris, tersebut saat ini hanya memegang keunggulan 13 poin dari Racing Bulls. Jarak yang relatif tipis ini membuat Alpine tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun pada seri-seri berikutnya.
"Peringkat kelima sangat jelas merupakan target utama kami musim ini," ujar Gasly dalam sesi wawancara eksklusif bersama AFP dan L'Equipe menjelang bergulirnya Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone. Walau optimistis, Gasly memberikan catatan khusus mengenai performa tim kompetitor yang dahulu bernama AlphaTauri tersebut. Ia menganggap struktur mobil dan kerja sama teknis musuh utama mereka sedang berada dalam kondisi terbaik.
Kekhawatiran Gasly bukan tanpa alasan mengingat dua pembalap tim satelit Red Bull Racing itu, Liam Lawson dan Arvid Lindblad, sukses finis di zona poin pada GP Austria akhir pekan lalu. Sebaliknya, duet Alpine justru terlempar dari posisi sepuluh besar dengan Gasly yang finis di urutan ke-13 dan Colapinto di urutan ke-15. Menurut Gasly, modal mesin kuat dari kolaborasi Red Bull dan Ford menjadi senjata utama yang membuat mobil Racing Bulls sangat kompetitif di lintasan balap.
Persaingan panas ini juga akan terasa spesial di Silverstone yang kerap dianggap sebagai balapan kandang bagi sebagian besar tim peserta F1. Gasly pun tidak menampik bahwa kultur Formula 1 memang sangat kental dengan nuansa Britania Raya karena mayoritas pabrik tim berlokasi di sana. Namun, ia tetap bangga karena Alpine mempertahankan identitas uniknya sebagai representasi Prancis terkuat di grid melalui kehadiran para insinyur dan staf mereka.