Rasa bangga dan bahagia yang luar biasa tengah menyelimuti tim nasional Spanyol setelah mereka berhasil memastikan satu tempat di babak final Piala Dunia. Pelatih kepala Spanyol, Luis de la Fuente, yang sebelumnya sukses membawa La Roja merengkuh trofi Euro pada tahun 2024, tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya sekaligus melayangkan pujian setinggi langit untuk anak asuhnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pernyataan Luis de la Fuente di pinggir lapangan setelah pertandingan usai, proyek jangka panjang yang mereka bangun sejak empat tahun lalu kini mulai membuahkan hasil manis. "Ketika kami memulai proyek ini empat tahun lalu, kami memiliki sebuah rencana dan kami selalu setia pada rencana tersebut," ujar De la Fuente. Dari pantauan redaksi, sang pelatih merasa sangat bangga karena timnya mampu menundukkan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia di laga krusial tersebut.
"Kami sangat bangga. Hari ini kami berhadapan dengan salah satu tim nasional terbaik di dunia. Namun, mereka hari ini harus menghadapi tim yang benar-benar terbaik," tambah pelatih berusia 65 tahun itu dengan penuh percaya diri. Menurut pengamatannya, Spanyol tampil layaknya sebuah kesatuan yang solid dan memperagakan permainan yang sangat indah sekaligus dominan.
Di sisi lain, kekecewaan mendalam dirasakan oleh kubu Prancis. Sang pelatih, Didier Deschamps, yang mencatatkan rekor penampilan ke-26 memimpin laga Piala Dunia, mengakui keunggulan Spanyol meski ia juga menyisipkan kritik tajam terhadap sang pengadil lapangan. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, jalannya pertandingan memang berlangsung dengan tensi tinggi dan diwarnai beberapa keputusan wasit yang dinilai kontroversial.
"Saya tidak ingin mengurangi kredit untuk Spanyol, mereka memiliki tim luar biasa yang menjalankan rencana mereka dengan sangat sempurna. Kami harus mengakui bahwa kami tidak siap hari ini dan itu adalah kesalahan saya," ungkap Deschamps gentle. Namun, ia kemudian melontarkan pertanyaan retoris mengenai kepemimpinan wasit utama dalam laga semifinal Piala Dunia tersebut.
"Tetapi izinkan saya mengajukan satu pertanyaan yang tidak akan saya jawab sendiri. Ofisial keempat dan kelima tampil bagus dan melihat hal yang sama seperti yang saya lihat. Namun, apakah wasit utama benar-benar siap untuk memimpin laga semifinal di Piala Dunia? Saya berharap mendapatkan jawaban atas hal itu," tutur Deschamps yang enggan menjelaskan lebih lanjut maksud dari pernyataannya.
Laga ini juga menandai akhir era Deschamps bersama Les Bleus setelah 14 tahun menjabat. Posisinya santer dikabarkan akan segera digantikan oleh legenda sepak bola Prancis, Zinédine Zidane, setelah laga perebutan tempat ketiga nanti. Deschamps menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mempersiapkan tim dengan sebaik-baiknya agar bisa menutup turnamen dengan raihan peringkat ketiga.
Sementara itu, kekecewaan serupa juga diutarakan oleh bintang Prancis, Kylian Mbappé, yang merasa timnya tidak tampil maksimal untuk bisa menembus final. Sebaliknya, di kubu Spanyol, suasana penuh optimisme membubung tinggi. Bek kiri Marc Cucurella dan pencetak gol Mikel Oyarzabal sama-sama mengungkapkan bahwa bermain di final Piala Dunia adalah mimpi masa kecil yang kini menjadi kenyataan, dan mereka siap memberikan segalanya demi membawa pulang trofi bergengsi tersebut.