Devins Bookie Devins Bookie
/home / berita / Spanyol Bungkam Prancis 2-0: Rodri...
BERITA

Spanyol Bungkam Prancis 2-0: Rodri Gemilang, Mbappe cs Melempem

Pemain Timnas Spanyol merayakan kemenangan atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026

Pemain Timnas Spanyol merayakan kemenangan atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026

Di luar dugaan dan prediksi banyak pihak sebelum laga, Spanyol sukses melangkah ke final Piala Dunia 2026. Hasil ini dipastikan setelah La Roja mengatasi perlawanan Prancis beserta barisan penyerang bintangnya dengan sangat mudah dalam laga semifinal di Dallas pada Selasa waktu setempat. Dari pantauan redaksi, kemenangan 2-0 yang diraih anak asuh Spanyol terasa sangat rutin, sementara nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele gagal bersinar dan harus tersingkir dengan performa yang mengecewakan.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Rodri menjadi bintang lapangan yang luar biasa dalam pertandingan ini. Ketika lini serang Prancis yang mematikan mendominasi pemberitaan sebelum laga, Rodri memberikan pembuktian mengapa ia disebut sebagai gelandang bertahan terbaik di dunia saat ini. Pemain Manchester City tersebut tampil megah dalam mendikte tempo permainan sekaligus mematahkan berbagai skema serangan Les Bleus berulang kali.

Menurut data statistik pertandingan, Rodri tercatat melakukan 82 kali sentuhan bola dan memenangkan 11 dari 15 duel, baik di darat maupun di udara. Performa impresif ini menjadi alasan utama mengapa lini serang Prancis tidak mampu berkembang sepanjang laga. Penampilan ini sekaligus menjadi pengingat bagi publik mengenai kapasitas terbaiknya setelah sempat diganggu masalah cedera pasca menyabet gelar Ballon d'Or 2024.

Sebaliknya, barisan penyerang Prancis justru menjadi pesakitan terbesar dalam laga krusial ini. Sebelum pertandingan dimulai, trio Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele sangat ditakuti karena sedang dalam performa tajam. Namun, saat di lapangan, mereka seolah menghilang tanpa jejak. Kylian Mbappe tampak frustrasi karena jarang mendapatkan suplai bola matang, sementara Bradley Barcola di sisi kiri bermain sangat monoton sebelum akhirnya ditarik keluar pada awal babak kedua.

Ousmane Dembele yang menempati sisi kanan juga tampil jauh dari performa terbaiknya saat memenangkan Ballon d'Or 2025. Di belakang mereka, Michael Olise kesulitan mencari ruang kosong untuk berkreasi sebelum akhirnya diganti saat laga menyisakan 20 menit. Kegagalan kolektif dari salah satu lini depan paling mematikan di dunia ini menjadi tamparan keras bagi Les Bleus di panggung terbesar sepak bola.

Bagi pelatih Didier Deschamps, hasil minor ini menjadi akhir yang sangat hambar bagi masa baktinya bersama tim nasional Prancis. Meskipun datang sebagai tim favorit juara, Prancis justru tampil di bawah tekanan dan kalah kelas di setiap lini permainan. Kegagalan melangkah ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun ini diprediksi akan memicu evaluasi besar-besaran di tubuh Federasi Sepak Bola Prancis, di mana Zinedine Zidane disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk menggantikan posisinya.

Dari kubu Spanyol, Pedro Porro kembali membuktikan kualitasnya di turnamen ini. Bek kanan milik Tottenham tersebut tampil luar biasa dan menjelma menjadi pilar pertahanan utama La Roja di Amerika Utara. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Pedro Porro bahkan mencetak gol indah layaknya penyerang tengah berpengalaman setelah melakukan kerja sama satu-dua yang rapi dengan Dani Olmo di depan kotak penalti. Ini merupakan gol keduanya di ajang Piala Dunia 2026.

Sementara itu, nasib malang menimpa bek tengah Prancis, William Saliba. Pemain Arsenal tersebut harus menyudahi laga lebih cepat setelah hanya bermain selama 30 menit akibat cedera punggung yang menderanya sebelum laga dimulai. Lucas Digne juga tampil mengecewakan setelah melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Lamine Yamal di area terlarang, yang berujung pada gol penalti pertama Spanyol yang dieksekusi dengan sempurna oleh Mikel Oyarzabal.

Dari pantauan redaksi, atmosfer di dalam Stadion Dallas juga terasa kurang bergairah untuk sebuah laga semifinal sekelas Piala Dunia. Harga tiket yang terlampau mahal serta jarak yang sangat jauh bagi para pendukung asal Eropa ditengarai menjadi penyebab sunyinya stadion sepanjang 90 menit pertandingan berjalan.

Jurnalis Olahraga Senior - Sepak Bola & Analisis Taktik

Ajiman Prasetyo adalah jurnalis olahraga ternama dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia sepak bola. Mantan koresponden di Jakarta, London, dan Madrid, ia telah meliput berbagai ajang olahraga terbesar: Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, dan liga-liga nasional. Analisis taktik dan laporan lapangannya dihargai karena kedalaman dan ketepatannya. Bergairah tentang sepak bola Eropa dan Amerika Selatan, ia menghadirkan pandangan unik dan mendalam tentang berita olahraga.