Bursa Transfer Heboh, Kadidiatou Diani Resmi Gabung London City Lionesses dari Lyon
- Kadidiatou Diani resmi menjadi rekrutan keenam London City Lionesses pada bursa transfer musim panas setelah ditebus dengan biaya melebihi 500 ribu poundsterling.
- Sebelum Diani, klub independen ambisius ini telah mendatangkan deretan bintang dunia seperti Alexia Putellas, Mapi Leon, dan Mary Earps.
- Kepemilikan ganda oleh Michele Kang di London City dan Lyon berpotensi memicu regulasi ketat UEFA terkait kelayakan tampil di Liga Champions Wanita.
Klub sepak bola wanita London City Lionesses terus membuat gebrakan besar di bursa transfer musim panas ini dengan meresmikan kedatangan bintang Prancis, Kadidiatou Diani. Penyerang sayap berusia 31 tahun tersebut ditebus dari klub raksasa Prancis, Lyon, dengan biaya transfer fantastis yang dilaporkan melampaui 500.000 poundsterling atau sekitar 670.000 dolar AS. Kehadiran Diani mempertegas ambisi besar klub untuk langsung bersaing memperebutkan takhta juara di musim kedua mereka pada divisi tertinggi.
Sebelum mendaratkan Diani, klub yang dimiliki oleh pengusaha wanita terkemuka Michele Kang ini telah sukses mengamankan tanda tangan peraih dua kali Ballon d'Or Alexia Putellas, bek tangguh Mapi Leon, serta penjaga gawang tim nasional Inggris Mary Earps. Penambahan amunisi kelas dunia ini menjadikan London City Lionesses sebagai ancaman nyata bagi kekuatan tradisional di Liga Super Wanita (WSL). Langkah agresif ini dinilai banyak pengamat sebagai salah satu aktivitas transfer paling ambisius dalam sejarah sepak bola wanita modern.
Diani mengungkapkan bahwa keputusannya untuk meninggalkan Lyon didasari oleh ketertarikannya pada proyek jangka panjang yang mandiri dari tim pria. "Ini adalah klub independen yang sangat ambisius, sesuatu yang cukup langka di sepak bola wanita saat ini dan saya sangat memercayainya," ujar Diani saat sesi perkenalan resminya. Dirinya menambahkan bahwa tim tidak harus selalu bergantung pada kesuksesan klub pria untuk bisa bersaing di level tertinggi, meraih trofi, dan mencatatkan kesuksesan besar di masa depan.
Kendati memiliki skuad bertabur bintang, tantangan besar kini berada di pundak pelatih kepala Eder Maestre untuk menyatukan visi bermain di tengah banyaknya wajah baru dalam tim. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Diani diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi dan membangun kekompakan tim sejak awal musim kompetisi bergulir. Ambisi besar untuk lolos ke Liga Champions Wanita kini bukan lagi sekadar impian belaka bagi para penggemar klub asal London tersebut.
Namun, langkah London City Lionesses menuju kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut berpotensi terganjal oleh regulasi kepemilikan ganda yang ditetapkan oleh UEFA. Mengingat Michele Kang juga berstatus sebagai pemilik penuh dari Lyon, aturan ketat UEFA melarang satu entitas mengendalikan lebih dari satu klub dalam kompetisi yang sama. Pihak manajemen klub dilaporkan tengah mencari solusi hukum dan restrukturisasi strategis agar ambisi bermain di kancah internasional tidak terhambat aturan regulasi tersebut.