DFB Tolak Teken Surat Dukungan untuk Gianni Infantino Maju Lagi Jadi Presiden FIFA
- Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) menolak menandatangani surat resmi untuk mencalonkan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.
- Presiden DFB Bernd Neuendorf mulai menjaga jarak dari Infantino setelah adanya intervensi kontroversial terkait pembatalan kartu merah Folarin Balogun.
- Meskipun mendapat penolakan dari Jerman, Infantino tetap diunggulkan kembali memimpin menyusul besarnya dukungan dari Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dilaporkan telah menolak secara tegas untuk menandatangani surat dukungan yang diajukan demi memuluskan langkah Gianni Infantino maju kembali dalam pemilihan Presiden FIFA periode berikutnya. Sikap keras DFB ini memicu babak baru dalam dinamika politik sepak bola global. Langkah ini menegaskan posisi Jerman yang mulai mempertanyakan kredibilitas kepemimpinan pria asal Italia tersebut di tubuh induk organisasi sepak bola tertinggi dunia.
Berdasarkan laporan media terkemuka Jerman, BILD, Presiden DFB Bernd Neuendorf kini memilih untuk mengambil jarak secara diplomatis dari lingkaran dekat Gianni Infantino. Keretakan hubungan ini disinyalir memuncak setelah mencuatnya skandal kartu merah penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun. DFB menilai ada ketidakberesan dan pelanggaran integritas yang mencederai nilai-nilai sportivitas olahraga dalam penanganan kasus tersebut.
Sebagai informasi, Folarin Balogun awalnya dijatuhi hukuman larangan bertanding menjelang laga krusial babak 16 besar yang mempertemukan Amerika Serikat melawan Belgia. Namun secara mengejutkan, hukuman kartu merah tersebut dianulir melalui sebuah sidang banding yang dinilai penuh dengan kontroversi. Keputusan sepihak ini langsung memantik reaksi keras dan kecurigaan dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran petinggi sepak bola Jerman.
Gelombang protes dan kecaman publik semakin tidak terbendung setelah terungkapnya sebuah fakta yang mencengangkan di balik keputusan tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diketahui sempat melakukan panggilan telepon langsung kepada Gianni Infantino untuk membahas masalah kartu merah yang menimpa Balogun. Intervensi politik tingkat tinggi yang masuk ke ranah hukum sepak bola ini dinilai banyak pihak telah mencederai independensi FIFA sebagai lembaga olahraga internasional.
"Kami tidak bisa menutup mata terhadap keputusan-keputusan yang mencederai asas keadilan di lapangan hijau," ujar salah satu perwakilan DFB yang enggan disebutkan namanya saat mengomentari situasi internal tersebut. Meskipun gelombang penolakan mulai datang dari benua Eropa, posisi Infantino dinilai masih cukup aman untuk mempertahankan kursinya dalam kongres pemilihan maret 2027 mendatang. Hal ini terjadi lantaran federasi benua lain seperti Afrika, Asia, hingga Amerika Selatan sudah menyatakan komitmen penuh untuk mendukungnya kembali.