Final Piala Dunia 2026, Misi Berat Argentina Benteng Pertahanan Hadapi Spanyol
- Argentina berpeluang menyamai rekor Brasil tahun 1962 sebagai tim yang sukses mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara berturut-turut.
- Spanyol lebih diunggulkan berkat dominasi lini tengah yang solid dipimpin oleh Rodri serta kolektivitas skuad tanpa bintang Real Madrid.
- Sorotan tajam tertuju pada duet bek Argentina, Lisandro Martinez dan Cristian Romero, yang dinilai kerap tampil inkonsisten namun agresif.
Empat tahun setelah kejayaan manis di Stadion Lusail pada Qatar 2022, Argentina kini kembali berdiri di gerbang sejarah besar. Tim Tango memiliki kesempatan emas untuk menjadi tim ketiga dalam sejarah sepak bola yang mampu mempertahankan mahkota juara Piala Dunia secara berturut-turut. Kendati menyandang status juara bertahan dan kampiun Amerika Selatan, armada yang dipimpin oleh megabintang legendaris Lionel Messi ini justru tidak ditempatkan sebagai kubu favorit dalam laga pamungkas mendatang.
Langkah Argentina untuk menyamai torehan legendaris Brasil pada tahun 1962 dipastikan bakal mendapat menghadang super berat dari juara Eropa, Spanyol. Skuad Matador sempat meredup di awal turnamen setelah ditahan imbang negara debutan Tanjung Verde, namun mereka berhasil mengembalikan kepercayaan diri penuh usai menyingkirkan Prancis di semifinal. Keberhasilan ini membuat anak asuh Luis de la Fuente kembali diunggulkan untuk mengangkat trofi paling bergengsi di dunia tersebut.
Menariknya, pelatih Spanyol Luis de la Fuente membawa formula unik dengan tidak menyertakan satu pun pemain asal Real Madrid ke dalam skuadnya kali ini. Strategi berani ini terbukti ampuh karena kolektivitas tim tetap terjaga dengan mengandalkan pilar-pilar Barcelona dan bintang liga top Eropa lainnya seperti Rodri dan Fabian Ruiz. "Bagi saya, tim terbesar yang ada saat ini adalah tim nasional Spanyol, saya tidak melihat dari mana pemain berasal melainkan rasa bangga mereka membela negara," tegas De la Fuente.
Di sisi lain, kestabilan lini belakang Argentina menjadi sorotan tajam menjelang laga final ini, khususnya performa duet bek tengah Lisandro Martinez dan Cristian Romero. Mantan bek Manchester United, Gary Neville, bahkan sempat memberikan kritik menggelitik dengan menyebut keduanya sebagai pasangan bek tengah terbaik sekaligus terburuk di dunia karena sering ceroboh namun sangat agresif. Kritikan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Romero yang menyebut komentar pengamat sepak bola asal Inggris itu sangat konyol.
Pertandingan pamungkas ini juga diprediksi akan menjadi panggung adu magis antara masa lalu, masa kini, dan masa depan Barcelona yang terepresentasi lewat sosok Lionel Messi dan Lamine Yamal. Messi yang kini telah menginjak usia 39 tahun membuktikan dirinya belum habis dengan memimpin daftar top skor lewat torehan delapan gol sepanjang turnamen. Publik sepak bola dunia kini menanti apakah determinasi tinggi Argentina atau justru dominasi penguasaan bola Spanyol yang akan keluar sebagai pemenang di partai puncak.