Prancis Vs Inggris, Deschamps Tolak Permintaan Pesta Pemain Jelang Perebutan Tempat Ketiga
- Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps menolak tegas permintaan para pemainnya yang menginginkan waktu bebas di malam hari menjelang laga kontra Inggris.
- Skuad Les Bleus dilaporkan ingin menyegarkan pikiran di Miami setelah terpukul akibat kekalahan menyakitkan dari Spanyol di babak semifinal.
- Laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris di Miami ini dipastikan akan menjadi pertandingan terakhir bagi Didier Deschamps sebagai arsitek timnas Prancis.
Ketegangan kecil dilaporkan sempat terjadi di dalam internal tim nasional Prancis menjelang laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris. Pelatih Les Bleus, Didier Deschamps, secara tegas menolak permintaan anak asuhnya yang menginginkan malam bebas untuk sekadar keluar dari hotel dan menyegarkan pikiran di kawasan Florida, Amerika Serikat.
Skuad Prancis baru saja mendarat di Fort Lauderdale dekat Miami setelah melakukan perjalanan udara dari markas latihan mereka di Boston. Kecewa setelah disingkirkan Spanyol dengan skor 2-0 di semifinal tengah pekan lalu, para pemain senior dikabarkan sempat mendesak staf kepelatihan agar diizinkan keluar malam demi melupakan kesedihan, namun permohonan itu langsung dimentahkan oleh Deschamps.
Menurut laporan media Prancis, ketegasan sang pelatih dilakukan demi menjaga fokus penuh menjelang laga krusial menghadapi rival bersejarah mereka, Inggris. Pertandingan ini juga mengemas nilai emosional yang tinggi karena akan menjadi laga terakhir Deschamps sebagai nakhoda timnas Prancis setelah pengabdian panjangnya sejak tahun 2012 silam.
Kondisi mental para pemain Prancis memang diakui masih dalam tahap pemulihan pasca kegagalan melaju ke partai final. Gelandang muda Prancis Rayan Cherki bahkan mengakui atmosfer muram tersebut dalam sebuah video yang diunggah Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) saat tim berada di dalam pesawat menuju Miami. "Kekalahan itu masih terasa sangat menyakitkan bagi kami semua, tetapi kami berjanji akan kembali dengan mental yang jauh lebih kuat," ujar bintang muda tersebut.
Di sisi lain, laga perebutan tempat ketiga ini juga terus menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan pengamat sepak bola dunia. Analis olahraga ternama, Daniel Riolo, secara terbuka mengkritik urgensi pertandingan ini dengan menyebut bahwa tidak ada satu pun tim atau pemain yang benar-benar antusias untuk memperebutkan medali perunggu setelah mimpi melangkah ke final mereka kandas.