Devins Bookie Devins Bookie
/home / ligue 1 / Tour de France dalam Ancaman...
LIGUE 1

Tour de France dalam Ancaman Gelombang Panas: Pogacar Desak Rombak Kalender

Tadej Pogacar tampak kepanasan saat bertanding dalam cuaca ekstrem di Tour de France

Tadej Pogacar tampak kepanasan saat bertanding dalam cuaca ekstrem di Tour de France

Para pembalap yang berlaga di Tour de France akhirnya bisa menikmati hari istirahat yang sangat mereka butuhkan. Berdasarkan pantauan redaksi, pekan pertama Tour de France yang berlangsung di Spanyol dan Prancis Selatan terasa sangat menyiksa akibat sengatan suhu ekstrem yang konsisten berada di kisaran 35 hingga 40 derajat Celsius.

Imbas dari cuaca ekstrem ini membuat penyelenggara mengambil langkah bersejarah pada etappe hari Minggu kemarin dengan memangkas jarak tempuh hingga 30 kilometer. Menurut catatan resmi, ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah Tour de France sebuah etappe harus dipotong murni karena alasan gelombang panas yang membahayakan.

Meski menyambut baik keputusan tersebut, sang pemegang jersey kuning, Tadej Pogacar, merasa tindakan itu masih jauh dari kata cukup. Pembalap legendaris tersebut secara terbuka mendesak adanya langkah yang jauh lebih ekstrem dan radikal demi keselamatan para atlet.

"Jika saya memiliki wewenang untuk memutuskan, kita tidak akan lagi membalap di wilayah-wilayah dengan suhu terpanas pada bulan Juli dan Agustus. Jika diizinkan mengubah segalanya, saya akan merombak total seluruh kalender balap sepeda dan melakukannya dengan cara yang sama sekali berbeda," ujar Tadej Pogacar setelah menyelesaikan etappe kesembilan yang melelahkan.

Sebelum bendera start dikibarkan, keluhan senada juga terus mengalir dari mulut para pembalap lain. Uniknya, Mathieu van der Poel yang kemudian keluar sebagai pemenang etappe justru sempat melontarkan kritik mengenai konsistensi regulasi pemotongan rute ini.

"Hari ini kembali sangat panas. Namun, beberapa hari lalu kondisinya juga sama buruknya, jadi terasa sedikit aneh mengapa rute baru dipotong hari ini. Apakah ini sehat untuk tubuh? Saya rasa tidak. Olahraga level tinggi memang selalu berada di batas tipis antara sehat dan tidak sehat," ungkap Mathieu van der Poel sebelum memulai balapan.

Kritik tajam lainnya datang dari Alex Baudin yang finis di posisi keempat di belakang Mathieu van der Poel. Pembalap asal Prancis ini merasa pemotongan durasi balapan tidak memberikan dampak instan yang signifikan bagi perlindungan fisik pembalap.

"Berada di bawah sengatan panas ini selama empat jam atau empat setengah jam tidak mengubah apa pun. Menurut saya, pihak penyelenggara sepertinya baru akan bertindak serius jika sudah ada sesuatu yang berakibat fatal. Itu bukan metode yang benar, tetapi kami tidak punya pilihan lain," tutur Alex Baudin dengan nada kecewa.

Menyikapi situasi yang kian kritis, persatuan pembalap sepeda profesional (CPA) langsung menyerukan urgensi diskusi bersama. Berdasarkan pernyataan resmi organisasi, melonjaknya frekuensi gelombang panas membuat jam start untuk balapan musim panas wajib disesuaikan ulang guna melindungi para atlet di lintasan.

"Pembalap selalu ingin menyuguhkan tontonan terbaik bagi penggemar, tetapi hal itu harus berjalan beriringan dengan adaptasi terhadap realitas perubahan iklim. Oleh karena itu, CPA meminta dengan sangat untuk menggelar diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan pada musim dingin ini agar solusi konkret bisa diterapkan pada tahun 2027," tulis pernyataan resmi CPA.

Terkait solusi, Alex Baudin menilai memajukan jam start ke pagi hari adalah opsi paling logis. Namun, dari pengamatan tim redaksi, ia juga bersikap skeptis hal itu bisa terwujud dalam waktu dekat di ajang sebesar Tour de France.

"Memulai balapan pagi-pagi sekali bisa jadi solusi. Namun, itu tampaknya sulit terjadi karena mereka tetap ingin meraup keuntungan dari hak siar televisi yang menyasar penonton di akhir sore hari. Saya tidak melihat hal itu akan berubah di Tour de France," pungkas Alex Baudin.

Tadej Pogacar sendiri sempat mengkaji opsi start pukul 10.00 pagi, namun ia menilai opsi tersebut justru membuat pembalap finis tepat saat matahari berada di titik tertinggi dan terpanas. Alternatif terbaik menurutnya adalah memajukan jadwal jauh lebih pagi.

"Kita harus mulai pukul 08.00 atau 09.00 pagi, atau bahkan bisa lebih awal lagi. Konsekuensinya, semua pembalap harus bangun tidur sangat pagi, tetapi saya yakin tubuh kami akan mampu beradaptasi dengan rutinitas baru tersebut," tutup pembalap asal Slovenia tersebut.

// TOPICS
#tour_de_france #tadej_pogacar #mathieu_van_der_poel #alex_baudin #cpa #balap_sepeda #cuaca_ekstrem #bersepeda
Spesialis Balap Sepeda, Olahraga Motor, & Atletik

Maryadi Kurniawan adalah pakar yang diakui di bidang balap sepeda, olahraga motor, dan atletik. Ia telah meliput lebih dari 15 Tour de France, kejuaraan dunia balap sepeda jalan raya dan trek, serta kompetisi Formula 1 dan ketahanan. Gairahnya terhadap performa manusia dan mesin memungkinkannya memberikan analisis teknis dan narasi imersif yang membawa pembaca ke tengah aksi.