Rahasia Kebangkitan Marc Marquez di MotoGP 2026, Sengaja Crash di Hari Jumat
- Marc Marquez membeberkan bahwa dirinya sengaja mencari batas kemampuan motor hingga terjatuh pada sesi latihan hari Jumat agar tampil maksimal di balapan utama.
- Sempat tertinggal 102 poin pascaoperasi saraf kejepit di Mugello, Marquez kini merangsek ke posisi ketiga klasemen dan hanya terpaut 18 poin dari puncak.
- Meskipun sukses mengoleksi 133 poin dalam lima seri terakhir, Marquez mengakui paruh pertama musim ini sangat berat dengan catatan 11 kali kecelakaan.
Pebalap andalan Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengungkap salah satu kunci rahasia di balik kebangkitan performanya yang luar biasa pada paruh kedua MotoGP 2026. Juara dunia asal Spanyol tersebut mengaku secara sengaja mencari batas maksimal kemampuan motornya sejak sesi latihan bebas di hari Jumat. Strategi berisiko tinggi ini ia terapkan agar tidak melakukan kesalahan fatal yang dapat membuang poin berharga saat sesi balapan utama berlangsung.
Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 sejauh ini memang berjalan sangat ketat dan sulit diprediksi. Lima pebalap teratas di papan klasemen sementara hanya dipisahkan oleh jarak tipis 24 poin, sehingga faktor konsistensi di setiap seri menjadi penentu utama. Keberhasilan Marquez menyapu bersih kemenangan di Sprint Race dan Grand Prix Jerman membuktikan bahwa taktik barunya tersebut membuah hasil yang sangat masif bagi tim.
Kebangkitan sang pebalap terhitung sangat fenomenal mengingat dirinya sempat terpuruk di awal musim akibat kendala fisik. Usai menjalani operasi saraf kejepit di lengan kanannya selepas balapan di Mugello Italia, Marquez sempat tertinggal jauh hingga 102 poin dari pemuncak klasemen. Namun, berkat performa impresif dalam beberapa seri terakhir, ia langsung melesat ke peringkat ketiga dan memangkas jarak menjadi 18 angka saja.
"Saya mencoba melakukan kesalahan pada hari Jumat. Saya memulai hari Jumat dengan mengandalkan insting," ujar Marquez seperti dilansir dari Crash.net. Pebalap berjuluk The Baby Alien ini menambahkan bahwa dirinya lebih memilih untuk terjatuh pada sesi awal demi memahami batasan motor desmosedici tunggangannya. Melalui metode ekstrem ini, ia terbukti mampu bertahan dan tampil kompetitif di sirkuit sulit seperti Assen di Belanda.
Pendekatan baru ini diambil setelah Marquez melewati momen frustrasi yang mendalam pada awal musim balap. Ketika kondisi cedera saraf lengannya belum pulih total, ia kerap mengalami kecelakaan misterius tanpa memahami penyebab pastinya karena hilangnya respons sensorik tubuh. Dalam lima seri balapan terakhir semenjak GP Mugello, Marquez kini menjadi pengumpul poin terbanyak di grid dengan total raihan 133 poin, mengungguli rival terdekatnya Ai Ogura dari Aprilia Racing yang mengemas 117 poin.