Devins Bookie Devins Bookie
/home / berita / Piala Dunia 2026: Merasa Dirampok,...
BERITA

Piala Dunia 2026: Merasa Dirampok, Mesir Ajukan Protes Resmi ke FIFA

Pelatih Mesir Hossam Hassan melakukan protes keras terhadap keputusan wasit di Piala Dunia 2026

Pelatih Mesir Hossam Hassan melakukan protes keras terhadap keputusan wasit di Piala Dunia 2026

Langkah dramatis diambil oleh Federasi Sepak Bola Mesir setelah tim nasional mereka tersingkir secara menyakitkan dari ajang Piala Dunia 2026. Menurut laporan dari sumber terpercaya, Mesir telah resmi mengajukan keluhan dan protes keras kepada badan sepak bola tertinggi dunia, FIFA, menyusul kekalahan kontroversial 2-3 dari sang juara bertahan, Argentina.

Berdasarkan pantauan redaksi, Mesir sebenarnya berada di ambang sejarah besar untuk lolos ke perempat final setelah memimpin 2-0 hingga menit ke-79. Namun, situasi berbalik dalam akhir laga yang mendebarkan ketika Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez mencetak gol berturut-turut untuk membawa Argentina berbalik unggul. Pihak Mesir merasa sangat geram akibat beberapa keputusan krusial wasit yang dinilai sangat merugikan.

Kekecewaan mendalam kubu Mesir dipicu oleh keputusan VAR yang membatalkan gol dari Mostafa Ziko karena dianggap ada pelanggaran terlebih dahulu terhadap Lisandro Martinez, meskipun insiden itu terjadi 18 detik sebelum gol tercipta. Selain itu, gol kemenangan Argentina lahir tepat setelah Mo Salah dijatuhkan di kotak penalti lawan saat melakukan dribel, namun wasit justru mengabaikan insiden tersebut.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, meluapkan kemarahannya dalam sesi konferensi pers dan secara blak-blakan menyebut timnya telah dirampok. "Saya tidak ingin menutup-nutupinya: kami telah diperlakukan tidak adil. Ini jelas merupakan pertandingan yang dimanipulasi dan seluruh dunia telah melihatnya," cetus sang pelatih dengan nada emosional.

Hossam Hassan juga mempertanyakan keadilan di turnamen ini dengan menyindir sang lawan. "Jika Argentina memang harus menjadi juara dunia, mengapa Anda mengundang negara lain? Mengapa tidak ada kejujuran dalam sepak bola? Kami tidak mendapatkan rasa hormat dan fairplay. Saya tidak akan menonton sisa pertandingan Piala Dunia ini sebagai bentuk protes," tambahnya.

Pengamatan tim redaksi di lapangan menunjukkan ketegangan luar biasa yang terjadi setelah peluit panjang berbunyi. Para pemain Mesir sempat mengerumuni wasit Francois Letexier yang berujung pada hujan kartu kuning. Ketegangan juga menjalar ke bangku cadangan, di mana pelatih kiper Saafan Elsaghir diganjar kartu merah dan harus ditahan secara fisik agar tidak melakukan kontak fisik dengan sang pengadil lapangan.

Kritik tajam juga dilontarkan oleh sang pencetak gol, Mostafa Ziko, yang merasa sejak menit awal kepemimpinan wasit sudah tidak adil bagi Mesir. Menurutnya, hasil akhir turnamen ini seolah-olah sudah diatur sejak awal. "Sangat jelas bahwa turnamen ini telah dimanipulasi. Selamat atas gelar juara dunianya, Argentina. Piala Dunia ini jelas sudah ditakdirkan untuk kalian, hasilnya sudah ditentukan sebelumnya," ketus Mostafa Ziko.

Hingga berita ini diturunkan, dalam tuntutan resminya kepada FIFA, Mesir mendesak agar wasit Francois Letexier segera dibebastugaskan dan dicoret dari sisa turnamen Piala Dunia 2026. Sementara itu, perdebatan mengenai keabsahan gol Mesir yang dianulir terus bergulir di kalangan pengamat sepak bola internasional.

// TOPICS
#piala_dunia_2026 #timnas_mesir #timnas_argentina #fifa #kontroversi_wasit #hossam_hassan #mo_salah
Jurnalis Olahraga Senior - Sepak Bola & Analisis Taktik

Ajiman Prasetyo adalah jurnalis olahraga ternama dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia sepak bola. Mantan koresponden di Jakarta, London, dan Madrid, ia telah meliput berbagai ajang olahraga terbesar: Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, dan liga-liga nasional. Analisis taktik dan laporan lapangannya dihargai karena kedalaman dan ketepatannya. Bergairah tentang sepak bola Eropa dan Amerika Selatan, ia menghadirkan pandangan unik dan mendalam tentang berita olahraga.