Ketegangan luar biasa menyelimuti persiapan laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, meluapkan kemarahannya kepada FIFA. Hal ini dipicu oleh keputusan mendadak badan sepak bola tertinggi dunia tersebut yang memutihkan hukuman kartu merah penyerang andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun. Berdasarkan laporan resmi, bomber milik armada Paman Sam tersebut kini dinyatakan bebas bermain untuk laga krusial yang digelar pada Senin waktu setempat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pernyataan Rudi Garcia dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, keputusan ini dianggap sangat tidak masuk akal dan mencederai regulasi sepak bola yang ada. Dengan nada sarkastik, mantan pelatih AS Roma itu menyamakan situasi ini dengan lelucon tahunan. "Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia, tanggal 5 Juli sebenarnya adalah tanggal 1 April. Ini seperti April Mop," cetus Rudi Garcia dengan raut wajah kecewa di hadapan para awak media.
Dari pantauan redaksi, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) juga langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang menentang keras kebijakan kontroversial tersebut. RBFA menilai keputusan FIFA melanggar Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA serta Pasal 10.5 Regulasi Kompetisi Piala Dunia 2026, yang menegaskan bahwa hukuman kartu merah langsung secara otomatis menghasilkan larangan bertanding pada laga berikutnya tanpa pengecualian.
Rudi Garcia menegaskan bahwa protes keras yang dilayangkan kubu Setan Merah bukan semata-mata karena ketakutan menghadapi kekuatan lawan, melainkan demi menjaga integritas olahraga itu sendiri. "Kami di sini bukan hanya untuk membela tim nasional atau federasi kami. Kami sedang membela sepak bola dan aturan yang adil," tambah sang juru taktik secara tegas.
Kiper senior Belgia, Thibaut Courtois, turut memberikan komentarnya mengenai kisruh regulasi ini dari sudut pandang pemain di dalam ruang ganti. Menurut Courtois, keputusan yang mendadak ini sedikit mengganggu persiapan mental tim, namun ia memastikan rekan-rekannya akan tetap tampil habis-habisan. "Jika keputusan ini dibuat lebih awal, mungkin kami bisa bersiap secara mental dengan lebih baik. Namun, kami akan tetap siap di lapangan karena mereka bermain dengan 11 pemain, bukan hanya Balogun seorang," ujar penjaga gawang Real Madrid tersebut.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa laga ini akan menjadi pembuktian bagi kedua tim di atas lapangan hijau di luar drama regulasi yang terjadi. Pemenang dari pertandingan sengit antara Belgia dan Amerika Serikat ini dipastikan akan mengamankan satu tiket berharga menuju babak perempat final Piala Dunia 2026.