Langkah sang juara bertahan Argentina di panggung Piala Dunia 2026 dipenuhi drama yang sangat menegangkan. Berdasarkan laporan pertandingan babak 16 besar, armada La Albiceleste nyaris saja angkat koper lebih awal setelah tertinggal dua gol tanpa balas dari Mesir hingga memasuki dua belas menit sebelum laga usai. Namun, lewat sebuah perjuangan yang luar biasa, Argentina sukses membalikkan kedudukan menjadi 3-2 dalam waktu normal.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi di lapangan, Mesir tampil mengejutkan sejak peluit pertama dibunyikan dengan strategi solid yang membuat lini serang Argentina frustrasi. Laga baru berjalan lima belas menit, sundulan akurat Yasser Ibrahim sudah membawa Mesir unggul 1-0. Argentina sebenarnya mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan lewat titik putih setelah Nicolas Tagliafico dilanggar di kotak terlarang. Sayangnya, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil digagalkan.
Kegagalan penalti tersebut menorehkan catatan kelam bagi sang megabintang. Menurut data statistik turnamen, setelah sebelumnya juga gagal mengeksekusi penalti saat melawan Austria, Lionel Messi kini menjadi pemain pertama dalam sejarah yang gagal mengonversi dua tendangan penalti dalam satu edisi Piala Dunia yang sama. Frustrasi Argentina semakin bertambah ketika skema serangan balik cepat yang diinisiasi Mohamed Salah berhasil diselesaikan dengan sepakan keras Mostafa Ziko untuk mengubah papan skor menjadi 2-0.
Ketika banyak pihak memprediksi sang juara bertahan akan tersingkir secara tragis, mentalitas juara Argentina justru bangkit menjelang menit ke-80. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Lionel Messi yang tampil kurang maksimal sepanjang laga, tiba-tiba menjadi pembeda. Umpan silang akuratnya sukses ditanduk oleh Cristian Romero untuk memperkecil ketertinggalan, sebelum Messi sendiri menyamakan skor menjadi 2-2 memanfaatkan bola muntah yang sempat mengenai mistar gawang.
Drama epik ini akhirnya ditutup dengan manis tanpa harus melalui babak perpanjangan waktu. Pada menit ke-92, Enzo Fernandez muncul sebagai pahlawan setelah sundulan mautnya yang memanfaatkan umpan matang Lautaro Martinez bersarang rendah di pojok gawang Mesir. Di kubu lawan, para pemain Mesir sempat melakukan protes keras karena mengklaim Mohamed Salah dilanggar di kotak penalti Argentina sesaat sebelum terjadinya gol kemenangan tersebut.
Menurut jadwal resmi yang telah dirilis, kemenangan dramatis ini memastikan langkah anak asuh Lionel Scaloni ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Di babak delapan besar nanti, Argentina akan ditantang oleh Swiss yang lolos setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti.