Gelombang ketidakpercayaan kini tengah menyelimuti pertandingan krusial antara Belgia melawan Amerika Serikat dalam lanjutan Piala Dunia 2026. Keputusan FIFA untuk membatalkan skorsing kartu merah penyerang andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun, menuai kontroversi besar. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, komentator senior Peter Vandenbempt menilai langkah tersebut menunjukkan hilangnya nilai moralitas di tubuh federasi sepak bola dunia tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Peter Vandenbempt, keputusan ini sama sekali tidak mengejutkan jika melihat rekam jejak organisasi di bawah kepemimpinan Gianni Infantino. "Bagi saya, manuver ini sepenuhnya cocok dengan gambaran FIFA sebagai organisasi dan pemimpin besarnya, Gianni Infantino. Dia adalah seseorang tanpa kesadaran moral dan etika, yang mengabaikan segala bentuk sportivitas," cetus Vandenbempt saat mendarat di Seattle.
Dari pantauan redaksi, ada dugaan kuat bahwa faktor komersial dan intervensi politik dari tokoh besar seperti Donald Trump turut memengaruhi keputusan FIFA demi keuntungan tuan rumah Amerika Serikat. Peter Vandenbempt menambahkan bahwa pembatalan sanksi ini merupakan tamparan keras bagi komunitas sepak bola internasional, terutama bagi negara-negara lain yang pernah mengalami ketidakadilan serupa namun tidak pernah mendapatkan pengampunan.
Peter Vandenbempt bahkan menyamakan situasi janggal ini dengan rentetan kontroversi masa lalu, seperti perjalanan Korea Selatan di Piala Dunia 2002 atau momen krusial yang menguntungkan Lionel Messi di Qatar. Kendati kepemimpinan wasit asal Yordania, Adham Makhadmeh, diprediksi berada di bawah tekanan besar, skuad Belgia diharapkan tidak terpengaruh oleh isu non-teknis ini.
Menurut analisisnya, skuad asuhan Domenico Tedesco tidak perlu memanfaatkan aura negatif ini untuk memotivasi tim secara berlebihan. "Satu-satunya hal yang harus dipikirkan oleh Belgia adalah bermain lebih baik dan mencapai level yang lebih tinggi. Dengan atau tanpa dia, skuad terbaik Belgia harus mampu menyingkirkan Amerika Serikat," pungkas Peter Vandenbempt.