Sorotan tajam kini tertuju pada dinamika di luar lapangan menjelang turnamen akbar Piala Dunia. Sejumlah pengamat sepak bola mulai mempertanyakan seberapa besar pengaruh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam keputusan FIFA menghapus hukuman skorsing penyerang andalan tim nasional Amerika Serikat Folarin Balogun.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan media terkemuka New York Times, Trump diduga melakukan panggilan telepon langsung kepada "sahabat baiknya" yang juga menjabat sebagai Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau ulang sanksi tersebut. Laporan itu menyebutkan setidaknya ada tiga sumber internal yang mengetahui persis jalannya pembicaraan rahasia antara kedua tokoh berpengaruh tersebut.
Menurut informasi tambahan yang dihimpun oleh The Guardian, total terjadi tiga kali panggilan telepon penting terkait kasus ini. Panggilan pertama kabarnya sudah dilakukan sejak hari Rabu, atau empat hari sebelum keputusan pembatalan skorsing tersebut resmi diumumkan ke publik. Kantor berita global seperti Reuters, AP, dan AFP juga mengonfirmasi adanya tekanan politik yang kuat dari pihak Gedung Putih.
Hubungan dekat antara Trump dan Infantino memang bukan rahasia lagi di jagat olahraga. Dari pantauan redaksi, Infantino sebelumnya pernah menganugerahkan "FIFA Peace Prize" kepada Trump. Sebaliknya, Presiden FIFA tersebut juga mendapatkan tempat duduk kehormatan di barisan depan saat upacara pelantikan Trump sebagai presiden.
Selain lobi diplomatik, tim hukum Gedung Putih dilaporkan telah menyiapkan satgas khusus berisi pengacara papan atas untuk menggugat sanksi tersebut. Argumen utama yang disiapkan adalah penggunaan tayangan ulang lambat (slow-motion) oleh VAR yang dianggap menyalahi prosedur resmi FIFA.
Pengamatan tim redaksi di media sosial memperkuat indikasi keterlibatan ini setelah Trump mengunggah pesan di platform Truth Social miliknya. Tanpa menyebut nama sang pemain, Trump menyampaikan rasa terima kasih kepada FIFA "karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan ketidakadilan yang besar". Akun resmi Gedung Putih pun turut merayakan keputusan ini dengan menuliskan seruan patriotik "USA-USA-USA!".