Jejak Kontroversial Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pernah Terseret Kasus Prostitusi
- Slavko Vincic resmi ditunjuk FIFA untuk memimpin laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium.
- Penunjukan wasit asal Slovenia ini memicu kontroversi besar akibat rentetan keputusan kontroversialnya yang merugikan klub-klub besar Spanyol.
- Selain rapor merah di atas lapangan, Vincic juga memiliki masa lalu kelam karena pernah ditangkap kepolisian terkait jaringan prostitusi dan narkoba pada 2020.
Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, tidak mampu membendung air matanya setelah resmi ditunjuk oleh FIFA untuk memimpin pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Pengumuman emosional yang disampaikan langsung oleh Pierluigi Collina di hadapan para pengadil lapangan lain itu langsung memicu sorotan tajam. Kendati Vincic menganggap penunjukan ini sebagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, rekam jejak sang wasit justru dipenuhi dengan berbagai catatan merah yang kontroversial.
"Terjadi syok pada awalnya, kemudian berubah menjadi kegembiraan yang luar biasa. Saya gemetar, ini adalah kehormatan luar biasa untuk memimpin final Piala Dunia," ujar Vincic saat mengungkapkan perasaannya. Di atas lapangan hijau Amerika Serikat, Vincic akan dibantu oleh dua rekan senegaranya, Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic. Sementara itu, posisi wasit keempat dipercayakan kepada Adham Malhadmeh dan Mohammad Alkalaf dari Jordania bertindak sebagai asisten VAR.
Meskipun berpengalaman memimpin final Liga Europa 2022 dan Liga Champions 2024, penunjukan pria berusia 46 tahun ini ditanggapi dengan amarah di Spanyol. Pengamat wasit dari Archivo VAR bahkan secara terbuka mengkritik keputusan badan tertinggi sepak bola tersebut. "FIFA seperti sedang mengejek seluruh dunia dengan menunjuk Slavko Vincic untuk final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina. Wasit Slovenia ini menjalani musim yang katastrofik di Eropa, sering kehilangan kendali pertandingan ketika intensitas mulai meninggi," tulis pernyataan resmi mereka.
Publik Spanyol, khususnya pendukung Real Madrid dan Barcelona, memang memiliki memori buruk terhadap kepemimpinan Vincic. Pada laga perempat final Liga Champions lalu, Vincic mengusir gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga, dengan kartu kuning kedua yang dinilai sangat merugikan tim. Barcelona juga pernah dirugikan saat Vincic menganulir gol Pedri dan mengabaikan pelanggaran handsball Denzel Dumfries di kotak terlarang saat melawan Inter Milan. Tak hanya itu, legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic sempat mengkritik Vincic di Piala Dunia 2026 karena tidak memberikan kartu atas pelanggaran keras Achraf Hakimi kepada Vinicius Junior.
Di luar lapangan, masa lalu Vincic juga tidak lepas dari skandal besar yang terjadi pada tahun 2020 di Bosnia-Herzegovina. Ia sempat ditangkap oleh kepolisian setempat dalam sebuah operasi penggerebekan jaringan narkoba dan prostitusi yang melibatkan puluhan orang serta penyitaan senjata api. "Saya menerima undangan makan siang, yang ternyata menjadi kesalahan terbesar dalam hidup saya. Saya menyesalinya," bela Vincic kala itu yang akhirnya dibebaskan tanpa tuntutan setelah terbukti hanya berstatus sebagai saksi yang berada di tempat dan waktu yang salah.