Tanggal 9 Juli selalu menjadi momen emosional bagi masyarakat Italia karena menandai tepat 20 anni sejak keberhasilan mereka merengkuh trofi Piala Dunia 2006. Di tengah nostalgia tersebut, legenda Juventus Alessandro Del Piero kembali membuka suara mengenai situasi pelik yang melanda sepak bola negaranya kala itu, termasuk skandal Calciopoli yang mengguncang klubnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Del Piero dalam wawancaranya bersama Sky Sport, situasi yang menimpa Juventus saat itu sangat membingungkan bagi para pemain yang sedang fokus membela tim nasional. Dari pantauan redaksi, meskipun diterpa badai isu eksternal mengenai pencabutan gelar juara mereka, kekuatan mental para penggawa Gli Azzurri justru menjadi kunci utama kesuksesan di Jerman.
Berdasarkan penuturan pemain legendaris bernomor punggung 10 tersebut, seluruh penggawa Juventus tetap merasa sebagai juara sejati di kompetisi domestik saat itu. "Kami memenangkan gelar-gelar Scudetto itu di atas lapangan. Ketika Anda memasuki lapangan dengan kesadaran penuh bahwa Anda telah melakukan segalanya dengan benar, Anda memiliki keyakinan yang berbeda," tegas Del Piero.
Lebih lanjut, Del Piero juga menyoroti kemunduran Timnas Italia saat ini yang sudah melewatkan tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Pengamatan tim redaksi menunjukkan adanya kegelisahan mendalam dari sang legenda terkait masa depan sepak bola negaranya, di mana ia menuntut adanya perubahan regulasi yang nyata dari para pemangku kebijakan.
Tidak lupa, dirinya memberikan apresiasi tinggi kepada sang pelatih legendaris, Marcello Lippi, yang dinilai memiliki kepemimpinan luar biasa dalam meramu keharmonisan tim. Menurutnya, taktik dan kemampuan Lippi dalam mengelola mental pemain cadangan seperti Fabio Grosso dan Marco Materazzi berhasil membawa Italia ke puncak dunia meskipun badai Calciopoli sedang mengintai masa depan klub mereka.