Persiapan matang kini tengah dilakukan oleh skuad Rode Duivels jelang laga berat babak perempat final WK 2026. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Timnas Belgia akan menantang sang juara Eropa, Spanyol, yang dikenal memiliki pertahanan kokoh bak benteng tinggi yang sulit ditembus secara statistik.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, ada sebuah paradoks menarik dari tim Matador saat ini, di mana negara yang terkenal dengan filosofi Tiki-Taka itu kini justru menjelma menjadi pertahanan yang sangat menakutkan. Menurut data statistik, Spanyol menjadi satu-satunya kontestan yang belum kebobolan satu gol pun sepanjang turnamen setelah sukses meredam negara-negara seperti Kaapverdië, Arab Saudi, Uruguay, Oostenrijk, dan Portugal.
Ketangguhan lini belakang ini juga menempatkan sang penjaga gawang, Unai Simon, ke dalam buku sejarah setelah melewati 609 menit tanpa kebobolan sekaligus memecahkan rekor legendaris milik kiper Italia, Walter Zenga, sejak tahun 1990. Berdasarkan statistik, anak asuh Luis de la Fuente tersebut bahkan hanya mencatatkan rata-rata 0,29 expected goals (xG) per 90 menit yang membuktikan betapa sulitnya lini depan lawan untuk menciptakan peluang berbahaya.
Kendati secara taktik dan teknik Spanyol dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia, tim redaksi melihat adanya celah yang bisa dimanfaatkan oleh Belgia melalui keunggulan fisik dan duel udara. Pemain-Pemain Spanyol seperti Pau Cubarsi, Pedri, dan Mikel Oyarzabal memiliki postur yang tidak terlalu tinggi, sementara Belgia mempunyai keunggulan rata-rata tinggi badan sekitar 4,5 cm lebih jangkung dengan kehadiran pemain bertubuh raksasa seperti Charles De Ketelaere, Romelu Lukaku, dan Hans Vanaken.
Selain duel udara, kesempatan emas Rode Duivels juga terletak pada upaya meredam pergerakan Lamine Yamal yang dinilai belum tampil dalam performa puncaknya akibat cedera menjelang turnamen. Jika bek sayap Maxim De Cuyper mampu meniru kedisiplinan Nuno Mendes saat mengawal ketat Yamal pada laga sebelumnya, maka sebagian besar poros serangan kreatif Spanyol dipastikan akan mandek.
Namun, fokus berlebih terhadap Yamal juga bisa menjadi bumerang bagi Belgia karena bek sayap Spanyol seperti Pedro Porro dan Marc Cucurella kerap memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan. Pertandingan pada hari Jumat ini akan menjadi ujian berat apakah rekor impresif Luis de la Fuente yang hanya menelan tiga kekalahan dari 46 laga bisa dihentikan oleh Belgia.