Persaingan klasik antara Juventus dan Inter Milan tidak hanya terjadi di atas lapangan hijau, melainkan juga merembet sengit ke lantai bursa transfer musim panas. Kedua raksasa Serie A Italia ini kedapatan saling sikut dan melakukan manuver gangguan demi mengamankan komposisi skuad terbaik. Dari pantauan redaksi, tensi transfer ini memuncak setelah jajaran direksi kedua klub mulai bergerak agresif memburu bek tengah baru berkualitas.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan Tuttosport, manajemen Juventus memulai pergerakan dengan menggelar pertemuan formal bersama pihak Udinese. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Carnevali dan Massara dari kubu Bianconeri, serta Gino Pozzo dan direktur olahraga Udinese, Nani. Menurut sumber internal, fokus utama dari pembicaraan tersebut adalah menjajaki peluang transfer bek berbakat, Solet, di samping membahas potensi nama lain seperti Kristensen dan Atta.
Langkah Juventus memburu Solet terbilang menarik karena sang pemain sebelumnya merupakan target lama Inter Milan yang dipimpin Giuseppe Marotta. Namun, Nerazzurri sempat mendinginkan ketertarikan mereka karena keraguan atas kebugaran sang pemain serta banderol tinggi minimal 30 juta euro yang dipasang Udinese. Dari pengamatan tim redaksi, celah inilah yang coba dimanfaatkan oleh Juventus untuk menikung rival abadi mereka.
Tidak butuh waktu lama bagi Inter Milan untuk merespons manuver Juventus. Begitu mengetahui Bianconeri mendekati Solet, Inter langsung melancarkan ofensif untuk memburu Jhon Lucumi, bek tengah asal Kolombia milik Bologna. Menurut data yang dihimpun, Lucumi memiliki klausul rilis sebesar 28 juta euro dan sang pemain dikabarkan siap mengevaluasi masa depannya setelah selesai membela negaranya di turnamen internasional.
Selain urusan berburu pemain baru, misi utama Massara di Juventus sebenarnya adalah merampingkan skuad dengan menjual beberapa pemain surplus. Juventus dijadwalkan akan segera menggelar pertemuan lanjutan dengan klub-klub lain seperti Genoa dan Parma untuk mematangkan strategi pelepasan pemain ini. Hubungan unik antara Carnevali dan Marotta pun diuji karena kedua klub juga berpotensi menegosiasikan nama besar lain seperti Cambiaso dan Frattesi jika harganya menemui titik temu.