Hubungan antara Juventus dan Dusan Vlahovic dikabarkan kembali memanas setelah sempat merenggang pada awal Juni lalu. Berdasarkan laporan dari Tuttosport, penyerang asal Serbia tersebut kini mengambil langkah mengejutkan dengan menghubungi langsung pihak manajemen Juventus tanpa melalui perantara sang ayah. Langkah ini diambil sang pemain guna meminta jadwal pertemuan demi bisa duduk bersama di meja perundingan sesuai dengan kondisi keuangan yang ditetapkan oleh manajemen Bianconeri.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebelumnya, pembicaraan mengenai pembaruan kontrak sang penyerang sempat buntu karena tuntutan gaji yang dinilai terlalu tinggi. Menurut data yang dihimpun, Vlahovic sempat meminta upah sebesar 8 juta euro, sementara pihak klub hanya bersedia memberikan angka yang lebih rendah. Namun, dari pantauan redaksi, sang pemain kini dikabarkan melunak dan siap meninjau ulang tuntutan ekonominya karena enggan terkatung-katung tanpa kejelasan klub baru menjelang bergulirnya musim kompetisi.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa CEO Juventus, Giovanni Carnevali, kini mulai melunakkan sikapnya terkait masa depan mantan penyerang Fiorentina tersebut. Sempat menyatakan bahwa Vlahovic tidak masuk dalam rencana tim, Carnevali akhirnya memberikan sinyal positif. "Pintu kami selalu terbuka untuknya," ujar Carnevali dalam sebuah pernyataan terbaru yang mengonfirmasi adanya peluang rujuk antara kedua belah pihak.
Berdasarkan situasi di internal klub, pelatih Luciano Spalletti disebut-sebut menyambut baik potensi kembalinya Vlahovic ke dalam skuat utama. Kendati demikian, Spalletti dan duet direktur olahraga Carnevali-Massara sepakat bahwa retensi sang pemain tidak boleh merusak keseimbangan ruang ganti terkait struktur gaji. Kini, bola panas berada di tangan manajemen Juventus untuk menentukan apakah striker bernomor punggung sembilan tersebut layak dipertahankan.
Hingga saat ini, sinyal bertahannya Vlahovic di Turin semakin menguat seiring dengan persiapan sang pemain yang tengah menjalani latihan intensif mandiri. Di sisi lain, dari pengamatan tim redaksi di media sosial, pemain berusia 26 tahun tersebut kedapatan belum menghapus identitas "Juventus Football Club & Serbia" pada biodata akun Instagram pribadinya, sebuah kode keras bahwa ia masih ingin mengenakan seragam putih-hitam.