Atmosfer ruang ganti tim nasional Inggris tampaknya sedang memanas di tengah keberhasilan mereka melangkah ke babak semifinal Piala Dunia. Berdasarkan laporan dari pantauan redaksi, sang pelatih kepala Thomas Tuchel melayangkan kritik yang sangat tajam kepada anak asuhnya, sebuah sikap yang memicu respons negatif dari sang pahlawan kemenangan, Jude Bellingham.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Bellingham yang tampil luar biasa dengan memborong dua gol kemenangan 2-1 atas Norwegia kedapatan menggelengkan kepala sembari mengucapkan kata "Whatever" saat dimintai tanggapan mengenai komentar sang manajer. Reaksi emosional dari bintang Real Madrid tersebut langsung menjadi santapan empuk dan menjadi sorotan utama di berbagai media Inggris.
Sebelum ketegangan ini mencuat, Thomas Tuchel memberikan analisis pascatanding yang tergolong berani dan mengejutkan untuk ukuran pelatih yang baru saja menang. "Hasil ini memang fantastis dan kami berada di empat besar. Namun, saya sama sekali tidak puas dengan performa tim dalam segala aspek. Kami bermain ceroboh, banyak melakukan kesalahan teknis, kurang cepat, tidak konsisten, dan hari ini kami hanya beruntung," tutur Thomas Tuchel dalam sesi wawancara kilatnya.
Mendengar penilaian pedas sang mentor, Bellingham yang sedang merayakan euforia kemenangan bersama fans langsung merespons dengan nada tinggi dan raut wajah kecewa. Menurut gelandang bernomor punggung 10 tersebut, jalannya pertandingan di atas lapangan tidak semudah yang dibayangkan oleh orang-orang di luar lapangan.
"Ya, begitulah... Terserah (Whatever). Pertandingan di lapangan sangat sulit dan itu adalah laga yang berat. Pikiran dan rasa bangga saya sepenuhnya tertuju kepada para pemain yang telah berjuang habis-habisan dan menunjukkan permainan yang hebat hari ini," tegas Jude Bellingham sembari mengangkat bahunya di hadapan para pemburu berita.
Perseteruan dingin ini langsung dimanfaatkan oleh media-media Inggris untuk menaikkan oplah mereka. Surat kabar The Sun misalnya, memajang tajuk utama "A tuch-y subject" yang merupakan plesetan nama sang pelatih untuk menggambarkan situasi sensitif tersebut, lengkap dengan subjudul yang menyoroti respons Bellingham terhadap kemarahan Tuchel.
Dari pengamatan tim redaksi, performa impresif Bellingham di turnamen ini sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk membungkam segala kritik. Dengan tambahan dua gol ke gawang Norwegia, pemain muda berbakat ini kini telah mengoleksi 6 gol di Piala Dunia, sekaligus menyamai rekor legendaris milik Harry Kane dan Gary Lineker sebagai pemain Britania Raya tersubur dalam satu edisi Piala Dunia.
Menurut pengamat sepak bola Hayk Milkon dalam program WK-Daily, gol penyeimbang yang dicetak Bellingham merupakan sebuah mahakarya taktik yang luar biasa. Proses terjadinya gol yang berawal dari umpan matang Anthony Gordon diselesaikan dengan kontrol pertama yang jenius sebelum akhirnya bola ditembakkan ke sudut jauh gawang yang tak mampu dijangkau kiper lawan.
Senada dengan hal tersebut, pengamat senior Filip Joos juga meyakini bahwa Inggris sangat layak melaju ke babak semifinal berkat kedalaman skuad yang luar biasa dan kekuatan fisik yang menonjol. Meskipun Tuchel secara kontroversial memutuskan untuk meninggalkan Cole Palmer di rumah, kekompakan serta determinasi kolektif tim terbukti mampu membawa Tiga Singa terus melaju ke fase krusial turnamen.