Babak semifinal Piala Dunia 2026 kini telah resmi terbentuk setelah Inggris dan Argentina memastikan kemenangan mereka di fase sebelumnya. Berdasarkan pantauan redaksi, Inggris dan Argentina akan menyusul Prancis dan Spanyol yang sudah lebih dulu mengamankan tiket ke empat besar. Pertandingan perebutan tiket final ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 14 Juli dan Rabu, 15 Juli waktu setempat, memberikan jeda dua hari yang diwarnai berbagai kabar menarik dari dunia sepak bola internasional.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Di tengah euforia turnamen, sebuah kabar mengejutkan datang dari otoritas tertinggi sepak bola dunia. Menurut laporan wawancara bersama Bluewin, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan bahwa pihaknya akan mendiskusikan kemungkinan perluasan kuota peserta Piala Dunia 2030 dari 48 menjadi 64 tim nasional. Gagasan ekspansi ini sebenarnya telah diusulkan sejak September 2025 oleh delegasi Amerika Selatan dan direncanakan bakal dibahas secara komprehensif setelah gelaran Piala Dunia 2026 berakhir.
"Setiap negara harus bisa memimpikan kesempatan untuk berpartisipasi di Piala Dunia. Kita dapat melihat bahwa kualitas tim-tim saat ini sangat tinggi dan terus meningkat di seluruh dunia. Jika kita tidak memberikan kesempatan bagi negara-negara kecil untuk ikut serta, mereka akan kehilangan insentif untuk terus berkembang," ujar Infantino dalam wawancaranya. Dirinya juga menegaskan bahwa penambahan menjadi 48 tim pada edisi 2026 ini merupakan sebuah kesuksesan 100 persen.
Sementara itu, atmosfer panas mulai menyelimuti laga semifinal yang mempertemukan Argentina dan Inggris. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, laga ini menghidupkan kembali salah satu rivalitas paling bersejarah dalam sepak bola, mulai dari insiden pengusiran Antonio Rattin pada 1966 hingga gol "Tangan Tuhan" serta "Gol Abad Ini" dari Diego Maradona pada 1986. Tensi tinggi ini juga terlihat dari aksi suporter Albiceleste di stadion Miami yang menyanyikan yel-yel provokatif selepas menumbangkan Swiss.
Beralih ke kubu lawan, penyerang tim nasional Inggris Harry Kane memberikan pembelaan terbuka untuk sang manajer, Thomas Tuchel, yang sempat menuai kritik tajam pasca-laga kontra Norwegia. "Tuchel tahu betul bahwa segalanya tidak sesederhana itu, dia hanya mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik dari kami. Kami sadar bisa mencapai level yang lebih tinggi lagi karena sejauh ini kami baru menunjukkan beberapa kilasan performa saja," kata Kane seperti dikutip dari sumber resmi.
Dari sisi statistik, tim redaksi mencatat bahwa empat semifinalis tahun ini—Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris—merupakan penghuni posisi empat besar dalam Ranking FIFA terbaru. Hal ini membuktikan bahwa turnamen sejauh ini berjalan sangat kompetitif dan berhasil menyaring tim-tim terbaik di panggung dunia. Di sisi lain, beberapa negara yang tersingkir seperti Senegal langsung mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak pelatih Pape Thiaw, sementara bintang Belgia Romelu Lukaku memilih menyampaikan pesan emosional melalui media sosial miliknya.