Tim nasional Spanyol berhasil melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Belgia di babak perempat final lewat gol dramatis Mikel Merino. Berdasarkan pantauan redaksi, skuad asuhan Luis de la Fuente kini harus bersiap menghadapi ujian berat melawan Prancis yang bertabur pemain bintang seperti Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé demi memperebutkan tiket ke partai puncak.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kendati Spanyol tampil solid sebagai sebuah kesatuan tim, sejumlah pemain andalan dinilai belum menunjukkan performa maksimalnya akibat kendala kebugaran, termasuk Lamine Yamal. Pemain muda asal klub Barcelona tersebut tidak luput dari sorotan dan kritik publik, meskipun ia baru saja pulih dari cedera menjelang turnamen akbar ini dimulai.
Menurut mantan wasit ternama Spanyol, Eduardo Iturralde González, kritik yang dialamatkan kepada Lamine Yamal tidak semata-mata karena urusan performa di atas lapangan hijau. Berbicara dalam program radio "El Larguero" di Cadena SER, Iturralde secara blak-blakan menyebut bahwa situasi yang dihadapi sang pemain merupakan sebuah "isu sosiologis" yang sarat akan muatan sentimen tertentu.
Iturralde menilai latar belakang Lamine Yamal sebagai seorang Muslim, berkulit hitam, dan bermain untuk Barcelona memicu respons negatif dari sebagian kalangan masyarakat. "Lamine memiliki beban politik yang besar di belakangnya, sehingga di Spanyol, separuh populasi seolah-olah sedang menunggunya untuk gagal," ujar Iturralde seperti dikutip dari Cadena SER.
Pandangan tajam Iturralde tersebut memicu perdebatan hangat di antara para jurnalis olahraga senior Spanyol lainnya. Jurnalis Miguel Martín Talavera dan presenter Manu Carreño kurang sepakat dengan klaim tersebut dan berpendapat bahwa mayoritas media serta suporter justru sangat mengagumi talenta luar biasa yang dimiliki oleh penyerang muda itu.
Dari pengamatan tim redaksi, meski mengakui adanya segelintir pihak atau politisi yang memanfaatkan situasi ini demi kepentingan tertentu, para analis di "El Larguero" sepakat bahwa dunia sepak bola Spanyol secara umum tetap memberikan dukungan penuh. Pengamat sepak bola Axel Torres menambahkan, sentimen sosiologis itu memang ada pada sebagian kecil populasi, namun arus utama publik tetap berada di belakang sang pemain.