Kemenangan besar timnas Spanyol dengan skor 3-0 atas Austria pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menuai banyak pujian, khususnya bagi lini serang mereka. Hasil tersebut menjadi margin kemenangan terbesar di fase gugur sejauh ini, menyamai pencapaian Prancis saat menumbangkan Swedia dua hari sebelumnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Namun, keberhasilan sesungguhnya dari skuad asuhan Luis de la Fuente terletak pada kedisplinan lini belakang mereka. Berdasarkan data statistik kompetisi, Lamine Yamal dan kawan-kawan sukses menjaga gawang mereka tetap bersih dari kebobolan dalam empat pertandingan beruntun di Piala Dunia. Di sepanjang turnamen ini, tercatat hanya Meksiko yang mampu menyamai catatan impresif tersebut.
Dari pantauan redaksi, dominasi La Roja terlihat jelas dari minimnya ancaman yang mengarah ke gawang mereka. Dalam empat laga, Spanyol hanya menghadapi total 19 tembakan, atau kurang dari 5 tembakan per pertandingan. Lebih luar biasa lagi, dari semua upaya tersebut, hanya 3 tembakan yang benar-benar tepat sasaran, sehingga penjaga gawang utama Unai Simon tidak perlu bekerja terlalu keras di bawah mistar.
Menurut analisis data SkillCorner, kokohnya pertahanan Spanyol merupakan buah dari penerapan strategi blok tinggi yang sangat agresif saat kehilangan bola. Spanyol tercatat sebagai tim dengan persentase waktu tanpa bola tertinggi di area pertahanan lawan, yakni mencapai hampir 30 persen. Angka ini jauh mengungguli negara peserta lain seperti Kanada dengan 26,2 persen dan Inggris dengan 24,45 persen.
Tim redaksi mengamati bahwa ketika lawan mencoba membangun serangan, para pemain Spanyol tidak menerapkan kawalan satu lawan satu secara ketat, melainkan membentuk formasi belah ketupat di lini tengah untuk menutup jalur operan poros utama. Skema defensif yang solid ini berhasil memaksa tim musuh melepaskan umpan-umpan lambung spekulatif yang mudah dipatahkan oleh barisan belakang Spanyol.
Kendati demikian, ujian sesungguhnya bagi Mikel Oyarzabal dan kolega baru akan tersaji pada babak perempat final. Setelah sebelumnya menghadapi lawan yang relatif lebih mudah seperti Arab Saudi, Uruguay, Tanjung Verde, dan Austria, Spanyol kini dijadwalkan bertemu dengan tantangan berat dari Portugal.