Hanya tinggal hitungan jam sebelum turnamen sepak bola terbesar di bumi dimulai di Meksiko. Antusiasme pencinta sepak bola di seluruh dunia dipastikan makin membara, tidak hanya karena aksi para bintang lapangan hijau, tetapi juga karena kemunculan jersi-jersi ikonik yang akan dikenakan oleh para kontestan di Amerika Utara musim panas ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan ulasan pengamat mode sepak bola, sejumlah pabrikan besar seperti adidas, Nike, PUMA, hingga Umbro berlomba-lomba menghadirkan inovasi terbaik. Beberapa negara Afrika tampil berani, seperti Senegal dengan jersi kandang bermotif bus kota Dakar, Aljazair yang mengusung logo retro adidas "Trefoil", serta Pantai Gading yang membawa pola cetak macan tutul yang mencolok di atas warna oranye klasik mereka.
Dari pantauan redaksi, kawasan Asia dan Eropa juga meluncurkan desain yang sangat memikat. Korea Selatan hadir dengan corak lanskap pegunungan dan loreng macan, sementara Jerman mengombinasikan warna biru laut era 1950-an hingga 1980-an untuk jersi tandang mereka. Di sisi lain, Inggris membangkitkan nuansa nostalgia Umbro tahun 2000 lewat desain jersi kandang Nike yang dihiasi motif Tiga Singa samar di seluruh bagian kain.
Negara tuan rumah seperti Kanada tidak mau kalah dengan menyematkan motif daun mapel berukuran besar yang ikonik. Uniknya, beberapa negara seperti Yordania dikabarkan merilis jersi ketiga buatan Kelme dengan warna dasar hitam bermotif bunga, sebuah langkah berani untuk turnamen sekelas Piala Dunia. Republik Demokratik Kongo yang kembali setelah absen sejak 1974 juga tampil garang dengan corak macan tutul besutan Umbro.
Menurut analisis para ahli, jersi-jersi dari tim raksasa tradisional diprediksi akan menjadi buruan utama kolektor. Spanyol membawa kembali panel biru laut di lengan untuk kesan retro awal 2000-an, sedangkan Qatar tampil mengejutkan lewat kombinasi pola zigzag vertikal khas bendera mereka. Juara bertahan Argentina meluncurkan dua jersi menawan dari adidas, jersi kandang dengan tiga garis biru langit klasik dan jersi tandang hitam yang kaya akan detail tanaman merambat tradisional.
Pengamatan tim redaksi di lapangan menunjukkan bahwa jersi tandang Kroasia dengan pola papan catur dua warna biru kemungkinan besar akan menjadi tren fesyen di luar lapangan. Sementara itu, Swedia tampil sangat modis lewat jersi tandang bermotif gelombang yang terinspirasi dari kultur musik era 1960-an dan 1970-an seperti grup legendaris ABBA.
Prancis dan Jerman juga mendapatkan sorotan tajam berkat keberanian mereka mengambil risiko desain. Nike memberikan kerah besar dan gradasi geometris modern untuk jersi kandang Les Bleus yang memicu perdebatan namun berpotensi menjadi jersi klasik. Di kubu panser, adidas merilis jersi kandang Jerman dengan balutan warna bendera negara yang membentang di pundak, mengingatkan publik pada kejayaan mereka di akhir era 80-an.
Melengkapi daftar jersi terbaik, negara kecil Curaçao tampil mengejutkan dengan warna kuning pucat yang dipadukan dengan garis multi-warna yang segar. Tidak ketinggalan, Jepang kembali mempertahankan reputasinya yang tidak pernah gagal dalam mendesain jersi lewat visual kabut cakrawala laut yang menggunakan templat ikonik "Teamgeist" pertengahan 2000-an. Peringkat teratas ditutup oleh estetika jersi kandang Meksiko yang menampilkan motif tradisional hijau tua yang melambangkan kebanggaan mendalam sebagai tuan rumah.