Devins Bookie Devins Bookie
/home / berita / Lini Serang Terbaik Sejarah Piala...
BERITA

Lini Serang Terbaik Sejarah Piala Dunia: Di Mana Posisi Prancis?

Kylian Mbappe merayakan gol bersama rekan-rekannya di Timnas Prancis pada Piala Dunia 2026

Kylian Mbappe merayakan gol bersama rekan-rekannya di Timnas Prancis pada Piala Dunia 2026

Lini serang Tim Nasional Prancis sukses mencuri perhatian dan menggebrak panggung Piala Dunia 2026. Berdasarkan pantauan redaksi, Les Bleus berhasil menyapu bersih tiga kemenangan di fase grup dan melumat Swedia dengan skor telak 3-0 di babak 32 besar. Torehan tersebut membuat mereka menjadi tim paling produktif saat ini dengan koleksi 13 gol. Megabintang Real Madrid, Kylian Mbappe, menjadi aktor utama dengan lesatan enam gol dari empat laga, didukung pergerakan impresif Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola. Ketajaman ini memicu diskusi mengenai di mana posisi mereka dalam jajaran lini serang terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Menurut catatan sejarah, salah satu kuartet penyerang tertajam yang pernah ada milik Jerman Barat pada Piala Dunia 1954 di Swiss. Diarsiteki oleh kapten Fritz Walter, mereka bangkit dari kekalahan telak di fase grup untuk mengalahkan Hongaria di partai final. Lini serang Jerman Barat saat itu tampil luar biasa dengan sumbangan enam gol dari Max Morlock serta aksi heroik Helmut Rahn. Bersama Hans Schafer dan Ottmar Walter, tim ini menutup turnamen dengan total 25 gol.

Empat tahun berselang, tepatnya pada Piala Dunia 1958 di Swedia, giliran Prancis yang unjuk gigi melalui performa fenomenal Just Fontaine. Penyerang legendaris tersebut berhasil mencetak rekor yang belum terpecahkan hingga kini dengan mengemas 13 gol hanya dalam enam pertandingan. Dari pengamatan tim redaksi, kesuksesan Fontaine tidak lepas dari pelayanan bintang lima yang diberikan oleh dua penyerang sayap kreatif, Roger Piantoni dan Raymond Kopa, yang membuat Les Bleus finis di peringkat ketiga.

Gaya sepak bola modern juga mencatat tinta emas lewat filosofi "Total Football" milik Belanda pada Piala Dunia 1974. Dipimpin oleh maestro Johan Cruyff, Belanda tampil begitu elegan dan inovatif. Cruyff yang disokong oleh dua winger lincah, Johnny Rep dan Rob Rensenbrink, serta pergerakan Johan Neeskens dari lini kedua, sukses memukau dunia. Meski harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Jerman Barat di final, kombinasi lini depan mereka tetap dianggap sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ada.

Jika berbicara tentang tim paling produktif, status lini serang terbaik yang gagal juara layak disematkan kepada Hongaria pada edisi 1954. Dikenal dengan julukan "The Mighty Magyars", kuartet maut yang diisi oleh Ferenc Puskas, Sandor Kocsis, Nandor Hidegkuti, dan Zoltan Czibor berhasil menggelontorkan 27 gol sepanjang turnamen. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah tersebut tetap menjadi rekor gol tertinggi oleh satu tim dalam satu edisi sejarah Piala Dunia.

Memasuki era milenium, Brasil memamerkan trio ikonik "3R" (Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho) yang berhasil membawa Selecao merengkuh gelar juara kelima mereka pada Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan. Ronaldo menebus kegagalan empat tahun sebelumnya dengan menjadi top skor lewat gelontoran delapan gol. Ketajaman Ronaldo tersebut mendapat dukungan penuh dari kreativitas Rivaldo dan daya magis Ronaldinho di lini depan.

Namun, predikat lini serang terbaik sepanjang masa secara luas masih dipegang oleh skuad Brasil pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Kombinasi mematikan yang melibatkan Rivellino, Tostao, Jairzinho, dan sang raja Pele berhasil menghibur jutaan pasang mata dengan permainan "Jogo Bonito". Kehebatan barisan depan legendaris inilah yang kini coba didekati oleh generasi baru Prancis pimpinan Kylian Mbappe pada Piala Dunia 2026.

// TOPICS
#piala_dunia_2026 #timnas_prancis #kylian_mbappe #sejarah_sepak_bola #piala_dunia #striker_legendaris
Jurnalis Olahraga Senior - Sepak Bola & Analisis Taktik

Ajiman Prasetyo adalah jurnalis olahraga ternama dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia sepak bola. Mantan koresponden di Jakarta, London, dan Madrid, ia telah meliput berbagai ajang olahraga terbesar: Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, dan liga-liga nasional. Analisis taktik dan laporan lapangannya dihargai karena kedalaman dan ketepatannya. Bergairah tentang sepak bola Eropa dan Amerika Selatan, ia menghadirkan pandangan unik dan mendalam tentang berita olahraga.