Devins Bookie Devins Bookie
/home / berita / Analisis Ismael Saibari: Senjata...
BERITA

Analisis Ismael Saibari: Senjata Mematikan Baru Maroko di Piala Dunia 2026

Ismael Saibari saat tampil membela Timnas Maroko di ajang Piala Dunia 2026

Ismael Saibari saat tampil membela Timnas Maroko di ajang Piala Dunia 2026

Seorang pemain sepak bola bisa saja diberikan peran baru namun tetap mampu menjalankan berbagai fungsi sekaligus di atas lapangan. Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari performa Timnas Maroko sejak awal Piala Dunia 2026, Ismael Saibari berhasil membuktikan pelajaran berharga tersebut setelah dipasang oleh pelatih Mohamed Ouahbi sebagai penyerang tengah, posisi yang sebenarnya jarang ia mainkan sebelumnya.

Meskipun ditugaskan di posisi baru, calon pemain Bayern Munich tersebut tampil sangat bersinar lewat pergerakan tanpa bolanya yang konstan. Dari pantauan redaksi, pergerakan Saibari tidak hanya memberikan ruang bagi rekan-rekan setimnya, tetapi juga menjadi momok yang sangat merepotkan bagi lini pertahanan lawan, di luar catatan tiga gol yang sudah ia kemas sepanjang turnamen.

Menurut mantan pemain internasional Maroko, Fayçal Fajr, keputusan taktis tersebut sempat mengejutkannya. "Ini adalah pilihan taktis yang sedikit membuat saya terkejut, tetapi kenyataannya dia terlihat seperti sudah selalu bermain di posisi tersebut," ujar Fajr. Padahal, Saibari yang kini berusia 25 tahun lebih sering dimainkan di lini tengah, baik sebagai gelandang serang di belakang penyerang maupun di sisi sayap kiri saat membela PSV Eindhoven maupun tim nasional.

Fajr menambahkan bahwa dirinya tidak terkejut dengan kualitas sang pemain, melainkan fleksibilitasnya dalam beradaptasi. "Banyak pemain lain yang mungkin akan mengeluh jika dipindahkan ke posisi baru dan tidak mau bekerja keras, tetapi hal ini menunjukkan kepribadian dan kemampuan adaptasinya yang luar biasa. Saat ini, sangat sulit untuk mengategorikan profilnya secara spesifik. Dia bukan tipe pemain sayap murni, tetapi mampu melewati lawan. Dia juga bukan pengatur serangan dengan kehalusan teknik seperti Azzedine Ounahi, tetapi dia tahu bagaimana terlibat dalam permainan dan meminta bola di antara lini," kata Fajr.

Lebih lanjut, Fajr menilai Saibari bertindak seperti pemain nomor sembilan setengah atau pemain bebas yang mampu turun menjemput bola sekaligus menyerang ruang kosong saat dibutuhkan, tanpa melupakan tugas bertahannya. Dari pantauan redaksi, Saibari kerap kali membantu rekan-rekan setimnya berada dalam posisi yang menguntungkan bahkan tanpa harus menyentuh bola sama sekali.

Saibari juga terbukti mampu menciptakan celah di pertahanan lawan berkat kemampuan akselerasi dan tusukannya yang tajam. Senjata baru ini terbukti mematikan setelah ia berhasil mencetak dua gol pertamanya di Piala Dunia dengan menembus lini pertahanan Brasil pada laga pertama yang berakhir 1-1, serta mengobrak-abrik lini belakang Skotlandia sejak menit ke-2 pada laga berikutnya yang berakhir dengan kemenangan 1-0.

Menurut penjelasan Fajr, Saibari mungkin bukan pemain tercepat di atas kertas, namun ia memiliki akselerasi yang sangat eksplosif. "Dia sangat nyaman secara teknik dan kokoh dalam menjaga keseimbangan tubuhnya, sehingga sangat sulit untuk dihentikan. Saat melawan Brasil, umpan dari Brahim Diaz memang luar biasa, tetapi lari yang dilakukan Saibari untuk melewati Marquinhos dan Gabriel sangat fantastis. Kita sebelumnya tidak memiliki gambaran bahwa Saibari bisa begitu berbahaya di ruang kosong, karena dia lebih dikenal sebagai pemain kombinasi," tutur Fajr.

Meskipun mengemban tugas baru, Saibari tetap tidak kehilangan instingnya sebagai pemain kombinasi. Berdasarkan pengamatan di lapangan, kebebasannya bergerak membuat Saibari bisa menjadi tembok pemantul yang berharga dalam membangun serangan. Saat turun menjemput bola, pemain bernomor punggung 11 ini membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk merangsek ke depan, termasuk memberikan keleluasaan bagi Achraf Hakimi untuk bermain lebih menusuk ke tengah seperti perannya di PSG.

Selain kontribusinya dalam menyerang, Saibari juga tidak segan bekerja keras menekan lawan sejak menit awal. Dari pantauan redaksi, ia tercatat sebagai salah satu pemain dengan jumlah lari intensitas tinggi terbanyak di turnamen ini. Penyerang kelahiran Spanyol yang menimba ilmu sepak bola di Belgia ini tampil gigih dalam skema pertahanan kompak 4-4-2 Maroko, di mana ia bahu-bahu bersama Azzedine Ounahi di lini pertama penekanan.

Fajr memuji komitmen tinggi sang penyerang dalam membantu pertahanan. "Ketika saya melihat tim nasional lain, saya tidak melihat ada penyerang tengah yang memberikan usaha sebesar itu dalam melakukan pressing," ucap Fajr. Setelah melewati empat pertandingan, hampir mustahil menemukan kelemahan dari pemain yang beberapa minggu lalu masih dianggap sebagai striker darurat. Bahkan saat melawan Belanda di babak 16 besar yang berakhir imbang 1-1 sebelum Maroko menang 3-2 lewat adu penalti, Saibari tidak melepaskan satu pun tembakan sepanjang laga sebelum akhirnya maju menjadi penentu kemenangan dalam babak tos-tosan.

// TOPICS
#ismael_saibari #timnas_maroko #piala_dunia_2026 #sepak_bola #bayern_munich #mohamed_ouahbi
Jurnalis Olahraga Senior - Sepak Bola & Analisis Taktik

Ajiman Prasetyo adalah jurnalis olahraga ternama dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia sepak bola. Mantan koresponden di Jakarta, London, dan Madrid, ia telah meliput berbagai ajang olahraga terbesar: Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, dan liga-liga nasional. Analisis taktik dan laporan lapangannya dihargai karena kedalaman dan ketepatannya. Bergairah tentang sepak bola Eropa dan Amerika Selatan, ia menghadirkan pandangan unik dan mendalam tentang berita olahraga.